Yogyakarta
Pengembangan Stasiun Tugu Harus Berimbas Langsung pada Kehidupan Masyarakat Sekitar
Diharapkan Stasiun Tugu yang juga menjadi ikon Kota Yogya dapat menunjang aksesbilitas ke titik-titik strategis yang ada di DIY.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, menyambut baik rencana PT KAI untuk mengembangkan Stasiun Tugu sebagai pusat transportasi di DI Yogyakarta.
Namun Huda juga memberikan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan selama proses pengembangannya.
Proyek itu harus berimbas langsung kepada masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di kawasan Tugu dan Malioboro.
Terlebih, banyak pekerja informal dan pelaku usaha di kawasan itu, jumlahnya mencapai ribuan.
Sebagai contoh Stasiun Tugu diharapkan memiliki ruang khusus yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM di kawasan Malioboro untuk berjualan, mengingat stasiun merupakan lokasi strategis untuk berjualan.
Baca juga: Pemda DIY Dukung PT KAI Terkait Pengembangan Stasiun Tugu Yogyakarta Menjadi Transportation Hub
Huda melanjutkan, moda transportasi tradisional di DIY juga harus mendapat afirmasi khusus saat pembangunan nanti.
Misalnya memberikan ruang strategis kepada becak dan andong untuk mencari penumpang di Stasiun Tugu.
Bisa dengan cara membuka pangkalan-pangkalan di kawasan itu.
"Supaya moda-moda ini bisa menjadi hidup dan ini juga bisa menjadi etalase moda transportasi tradisional di Yogya," ungkapnya.
"Selain itu becak juga sudah ditetapkan di Perda sebagai moda transportasi nasional harusnya itu kita kasih afirmasi khusus," paparnya.
Sejalan dengan PT KAI, Huda berharap Stasiun Tugu yang juga menjadi ikon Kota Yogya dapat menunjang aksesbilitas ke titik-titik strategis yang ada di DIY. ( Tribunjogja.com )