Sudah Tidak Ada Kecamatan Zona Merah Covid-19 di Sleman
Seluruh Kapanewon (Kecamatan) di Kabupaten Sleman tidak ada lagi yang berstatus zona merah Covid-19 atau risiko penularan tinggi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seluruh Kapanewon (Kecamatan) di Kabupaten Sleman tidak ada lagi yang berstatus zona merah Covid-19 atau risiko penularan tinggi.
Kecamatan terakhir yang berhasil melepas status zona merah adalah Kalasan.
Berdasarkan peta epidemiologi yang dirilis oleh Dinas Kesehatan per 27 Februari 2021 menerangkan, dari 17 Kecamatan di Sleman terdapat 11 Kecamatan masuk resiko penularan ringan atau zona kuning.
Sedangkan 6 kecamatan lainnya, termasuk kecamatan Kalasan, masuk risiko penularan sedang atau zona oranye.
Baca juga: Sebanyak 97 Persen Nakes di Gunungkidul Sudah Terima Suntikan Pertama Vaksin COVID-19
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyebut perubahan zonasi berdasarkan tingkat angka penularan yang terjadi.
Adapun angka penularan dipengaruhi oleh tiga parameter. Yaitu, kasus positif, kasus sembuh dan kasus kematian. Ketiga parameter tersebut dihitung sehingga dapat diketahui berapa angka penularannya.
Menurut dia, dari perhitungan tiga parameter tersebut, angka penularan di Kecamatan Kalasan termasuk rendah. Dibanding kecamatan lainnya.
"Angka penularan di Kalasan dibawah angka 1 yaitu 0,24 atau dapat dikontrol. Sehingga yang tadinya zona merah menjadi orange," ujar Joko, Jumat (5/3/2021).
Rata-rata penularan tertinggi, kata Joko terdapat di kecamatan Prambanan, yaitu 0,97.
Adapun ditinjau dari tingkat Kabupaten, data tercatat 0,51 atau angka tersebut turun 0,10 dibanding pekan sebelumnya.
Angka penularan (Rt) ini menunjukkan tingkat penularan virus.
Apabila Rt 1, maka artinya satu pasien berpotensi menularkan virus kepada satu orang lainnya.
Baca juga: Tingkat Kehadiran Warga Dalam Vaksinasi Massal 85 Persen, Wali Kota Yogyakarta Prihatin
Joko menjelaskan, status zonasi ini akan terus diperbarui, dalam kurun waktu 14 hari.
Apakah angkanya akan tetap atau ada perubahan. Jika angka penularan tetap atau dibawah angka 1, maka yang tadinya zona oranye akan menjadi kuning dan bila kondisi itu bisa terus dipertahankan, maka yang zona kuning akan berubah menjadi zona hijau.
Karenanya, Joko mengatakan akan terus melakukan intervensi.