Menristek Sebut Riset Sains Kala Pandemi Harus Lebih Fleksibel dan Cepat
Riset untuk mendukung penanganan Covid-19 tidak hanya terkait dengan vaksin dan obat, tetapi juga terapi, pencegahan, skrining, testing, dan alat
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
“Era pandemi ini momentum untuk mengubah cara berpikir peneliti dan birokrasi terkait,” tambah Prof dr Ali Ghufron Mukti, mantan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang kini menjabat sebagai Direktur BPJS Kesehatan.
Baca juga: Komisi C DPRD DIY Ingin Ada Tambahan Exit Tol Yogyakarta-Bawen
Ali menjelaskan, sebelum pandemi para peneliti terkadang saling berkompetisi satu sama lain dan cenderung kurang transparan terkait penelitiannya.
Namun, pada masa pandemi semua pihak saling bekerja sama karena menghadapi tantangan yang sama.
"Pada situasi pandemi ini, peneliti harus tetap bisa independen dalam meneliti, dan karena penelitian tetap harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya waktu, uang, dan finansial, maka masalah apa yang ingin diatasi penelitian harus difokuskan,” ungkap Ali. (uti)