Belum Pernah Gagal Panen, Tak Ada Petani yang Klaim Asuransi Pertanian di Bantul

Sejak hampir enam tahun lalu belum ada peserta asuransi pertanian yang mengajukan klaim di Bantul

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul belum memberikan ganti rugi terhadap peserta asuransi pertanian sejak 2015. 

Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan DPPKP Kabupaten Bantul, Arifin Hartanto, mengatakan sejak hampir enam tahun lalu belum ada peserta asuransi pertanian yang mengajukan klaim.

Hal itu karena kerugian peserta asuransi belum memenuhi kriteria.

Kriteria utama agar bisa mendapat ganti rugi ialah intensitas atau luas kerusakan sawah mencapai 75 persen atau lebih. 

"Kalau di Bantul belum pernah ada klaim, karena memang belum ada peserta asuransi pertanian yang kerusakannya mencapai 75 persen. Jadi belum ada yang mengajukan klaim,"katanya, Selasa (02/03/2021).

Arifin menerangkan luas sawah yang terdaftar sebagai peserta asuransi pertanian adalah 35 hektar, untuk tahap pertama. Sedangkan target asuransi tahun 2021 adalah 500 hektar.

Namun belum semua petani di Bantul menjadi peserta asuransi pertanian.

Sebab selama ini petani merasa yakin tidak terjadi gagal panen.

"Target tahun 2021untuk peserta asuransi pertanian 500 hektare. Sampai saat ini untuk tahap satu sudah terpenuhi 35 hektare. Namun selama ini belum pernah ada yang klaim karena tidak ada yang memenuhi syarat terkait kegagalan panen,"terangnya. 

Ia menyebut partisipasi petani untuk mengikuti asuransi pertanian masih rendah.

Dari target 500 hektar, hanya 174 hektar saja yang terpenuhi pada 2020 lalu. 

"Petani Bantul belum tertarik ikut asuransi pertanian, karena selama ini belum pernah gagal panen,"sambungnya.

Sementara itu, Kepala DPPKP Kabupaten Bantul, Yus Warseno, berharap agar semua petani di Bantul dapat mengikuti asuransi pertanian.

Sehingga bila terjadi gagal panen, petani dapat mengajukan klaim. 

"Harapannya semua petani bisa ikut asuransi pertanian, untuk antisipasi jika gagal panen. Sehingga jika terjadi hal-hal bencana alam dan penyakit tidak telat dalam menanggung kerugian dan mampu terus berproduksi kembali,"tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved