Breaking News:

Hujan Berhari-hari, 64 Hektar Sawah di Bantul Terendam Air

Kepala UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan (BPP) Dinas Pertanian, Pangan, dan Kelautan Kabupaten Bantul, Marjaka mengatakan ada empat kelompok tani

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan deras melanda Kabupaten Bantul beberapa hari ini.

Dampaknya lahan pertanian di Bantul terendam air. 

Kepala UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan (BPP) Dinas Pertanian, Pangan, dan Kelautan Kabupaten Bantul, Marjaka mengatakan ada empat kelompok tani di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul yang terendam air. 

Empat kelompok tersebut adalah Lembah Subur di Padukuhan Kuwaru, Pandan Asih di Padukuhan Ngentak, Werdi Dadi di Padukuhan Karang, dan Eka Lestari di Padukuhan Cangkring.

Baca juga: Dilaporkan Ke Komnas HAM, Sri Sultan Hamengku Buwono X: Tidak Apa-Apa, Biarin Saja

"Yang kami terima baru dari Srandakan, yang lainnya belum. Total luasan yang terendam air ada 64 hektare, umur sekitar 45-60 hari. Mulai terendam sejak 11 Februari, kemarin sudah surut. Tetapi kalau hujan lagi ya ada kemungkinan terendam lagi," katanya, Jumat (19/02/2021).

Ia mengungkapkan lahan pertanian di Srandakan, khususnya Poncosari memang sering terendam air.

Bahkan hal itu juga terjadi dari tahun ke tahun jika musim hujan. 

Wilayah tempat warga menanam memang dekat dengan sungai.

Sungai tersebut langsung mengalir ke laut. Jika ombak tinggi, maka akan terjadi genangan di lahan pertanian. 

"Memang sudah rutin, sehingga warga sudah terbiasa. Selain hujan, wilayah Poncosari ada sungai yang langsung masuk ke laut. Kalau karakter ombak besar membuat saluran pembuangan terganggu, sehingga menyebabkan sawah terendam air," ungkapnya.

Baca juga: Serap Tenaga Kerja, Satu Paket Padat Karya Digulirkan Pemkot Yogyakarta Per Juni 2021 Mendatang

Kelompok tani pun sudah melakukan antisipasi. Salah satunya adalah dengan rutin membersihkan saluran air.

Selain itu kelompok tani menanam varietas padi yang tahan air. 

Terkait kerugian, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab padi umur 45 sampai 60 masih bisa bertahan jika terendam air. 

"Kalau umur 0 sampai 40 hari harus menanam lagi. Tetapi kalau 45 sampai 60 masih bisa bertahan, tetapi ya tergantung berapa lama terendamnya," ujarnya. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved