Update Corona DI Yogyakarta

Dalam Dua Hari Terakhir Jumlah Sampel yang Diperiksa Gugus Tugas COVID-19 DIY Alami Penurunan

Selama dua hari terakhir jumlah sampel yang diperiksa Gugus Tugas COVID-19 DIY untuk mendeteksi penularan COVID-19 mengalami penurunan.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
who.int
Berita Update Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta 
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama dua hari terakhir jumlah sampel yang diperiksa Gugus Tugas COVID-19 DIY untuk mendeteksi penularan COVID-19 mengalami penurunan.

Pada 14 Februari 2021, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di DIY melaporkan ada 665 sampel dari 652 orang yang diperiksa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian pada 15 Februari 2021, terdapat 668 sampel dari 686 orang yang diperiksa.
Sebelumnya, rata-rata terdapat lebih dari 1.000 sampel dan 1.000 orang yang diperiksa dalam sehari. 
Misalnya pada 13 Februari lalu, terdapat 1.027 sampel dari 1.001 orang yang diperiksa.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 di DIY, Berty Murtiningsih menduga hal itu disebabkan karena adanya penurunan jumlah kasus positif di DIY selama beberapa hari terakhir.
Imbasnya, jumlah individu yang ditelusuri berkontak erat dengan pasien positif otomatis ikut berkurang. 
"Mungkin karena tracing kontak kasus positif yang kasusnya juga menurun ya, dilihat dari jumlah sampel yang dikirim ke laboratorium rujukan juga mengalami penurunan," terangnya, Senin (15/2/2021).
Selain itu, jumlah individu yang melakukan tes PCR secara mandiri juga mengalami penurunan signifikan. 
Berty mengungkapkan, hal itu disebabkan karena adanya kebijakan Kementerian Kesehatan yang kini lebih menonjolkan penggunaan rapid test antigen dibandingkan PCR dalam upaya penelusuran kontak erat kasus konfirmasi positif.
"Juga yang periksa mandiri ke beberapa laboratorium, untuk PCR mengalami penurunan, terkait peraturan penggunaan rapid antigen juga. Tapi belum sepenuhnya (menggunakan rapid antigen)," tandasnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, kendati ada penurunan, namun tes COVID-19 di DIY masih melampaui standar yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yakni di atas satu per seribu orang. 
"Kalau dari spesimen kita jauh di atas ketentuan WHO, satu hari satu per seribu penduduk. Kita rata-rata 555 perhari. Dari sisi jumlah saya kira tidak ada persoalan," jelas Aji.
Lebih jauh, Aji mengungkapkan, Pemda DIY tidak akan menggelar tes secara acak untuk memutus rantai penularan.
Pasalnya metode itu tak efektif untuk menemukan kasus terkonfirmasi walaupun sampel jumlah sampel yang diperiksa mengalami peningkatakn sekalipun. 
Sehingga pemeriksaan yang dilakukan hanya berdasarkan upaya penelusuran kontak erat pada pasien positif.
"Yang paling bagus tes dilakukan karena tracing. Kalau setiap ketemu orang kita lakukan tes kemungkinan meleset lebih besar meskipun jumlahnya banyak," paparnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, penurunan jumlah sampel yang diperiksa hanya berlaku sesaat. Pasalnya jumlah sampel harian yang diperiksa harus menyesuaikan ketersediaan bahan baku untuk melaksanakan pengetesan.
"Jadi periodesasi (sementara) saja memang ada naik turun karena kita menyediakan itu (bahan baku) memang harus beli dan dari kebencanaan (BNPB) yang di jakarta. Jadi memang periodisasi saja bukan memang kita tidak lakukan," tandasnya. (tro)
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved