Breaking News:

Tragedi Cinta Segitiga Remaja di Bukittinggi Sumbar, Berawal dari Rasa Cemburu hingga Berakhir Maut

Menurut keterangan polisi, keduanya sempat bersitegang karena pacar NR terus didekati oleh FKK.

dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kisah tragis terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat, dimana kisah cinta segitiga remaja berujung maut yang merenggut satu nyawa.

Cinta segitiga itu harus mengorbankan seorang remaja berinisial FKK (17) yang tewas di tangan NR (17).

Menurut Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, keduanya sempat bersitegang karena pacar NR terus didekati oleh FKK.

"Keduanya sempat cekcok dan kemudian janjian melalui pesan WhatsApp di sebuah tempat di Kelurahan Belakang Balok," katanya pada Senin (8/2/2021).

Fakta-fakta di Balik Dugaan Pembunuhan Dalang Ki Anom Subekti, Hasil Temuan Polisi dan Kronologi

Misteri Temuan Potongan Tubuh di Saluran Irigasi, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan dan Mutilasi

"Kebetulan FKK sendiri masih punya rasa dengan pacar NR yang merupakan mantannya yang terdahulu," imbuhnya.

Dari penjelasan AKP Chairul, percekcokan sendiri terjadi pada Sabtu (6/2/2021) pada pukul 12.00 WIB.

Saat korban tiba di lokasi janjian, pelaku langsung mememukul menggunakan helm tepat di bagian kepala hingga korban jatuh tersungkur.

Tak puas hanya memukul, pelaku juga menginjak-injak tubuh korban hingga tak berdaya.

Tak lama setelah dianiaya, para warga yang di lokasi kejadian langsung berusaha melerai dan menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit.

Ilutrasi
Ilutrasi (Net)

Namun nahas kondisi korban yang mengalami luka parah di bagian kepala dan sekujur tubuhnya membuatnya harus kehilangan nyawa.

"Sekitar pukul 18.17 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit," kata Chairul.

Saat ini, kata Chairul, pelaku sudah diamankan di Mapolres Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

5 Fakta Mahasiswi Magang di Magelang Nekat Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, Dilakukan di Kamar Mandi

Kronologi Anggota Geng Sabet Dua Pelajar di Mantrijeron Yogyakarta, Pelaku Gunakan Gir dan Sajam

"Laporan dari pihak keluarga Korban sudah kita terima, saat ini kasus tersebut sudah di tangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bukittinggi karena pelaku masih di bawah umur," jelas Chairul.

Pelaku disangkakan dengan pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 jo UU No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Cinta Segita Pelajar Berujung Maut, 1 Orang Tewas Dipukul Helm"

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved