Breaking News:

Imlek 2572

Jelang Imlek 2572, Warga Tionghoa di Yogyakarta Tidak Gelar Ibadah Bersama

Empat hari menjelang Tahun Baru Imlek 2572, warga Tionghoa tidak menggelar doa bersama di Klenteng ataupun rumah ibadah masing-masing.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Empat hari menjelang Tahun Baru Imlek 2572, warga Tionghoa tidak menggelar doa bersama di Klenteng ataupun rumah ibadah masing-masing.

Hal ini lantaran pandemi virus corona masih terjadi. Maka, untuk mencegah penularan covid-19, perayaan Imlek ditiadakan.

Warga juga dipastikan tidak mengadakan pertemuan atau perayaan Imlek bersama.

Selama pandemi masih berlangsung, warga Tionghoa diminta merayakan sendiri di rumah dengan keluarga inti.

“Tidak ada perayaan di Klenteng ataupun gereja. Pengumuman telah disampaikan untuk umat dan simpatisan Klenteng Poncowinatan Yogya,” ungkap Tokoh Pemerhati Peduli Klenteng, Gutama Fantoni kepada Tribun Jogja seusai rapat PBTY XVI 2021, Senin (8/2/2021).

Ia mengatakan, tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya yang cukup semarak dengan perayaan Imlek.

Maka, dua hari menjelang Imlek, Rabu (10/2/2021), tidak diadakan sembahyang bersama.

JAGA HARAPAN, Toko Semangat Baru di Jalan Pajeksan Tetap Pajang Lampion Imlek di Masa Pandemi

Antisipasi Imlek, Satpol PP Akan Lakukan Razia Surat Rapid Antigen di Perbatasan DI Yogyakarta

Meski tidak ada ibadah bersama, namun Fantoni menyebut Klenteng Poncowinatan tetap buka.

Adapun jam buka tetap seperti biasa, yakni mulai pukul 08.00-16.00. Tentu saja, bagi masyarakat yang ingin berkunjung, tetap mengutamakan protokol kesehatan (prokes).

"Umat bisa datang sembahyang pribadi dengan disiplin Covid-19, juga tetap ada sesaji yang disiapkan masing-masing dengan personil terbatas," ungkap Fantoni.

Menurutnya, disiplin prokes harus tetap dijalankan untuk menjaga satu sama lain.

Ia menjelaskan, memasuki tahun 2572/2021, maka orang bisa bekerja sesuai dengan karakter Shio Kerbau yang pekerja keras dan kuat.

“Ini berbeda dari tahun lalu 2571/2020 di bawah Shio Tikus. Kondisi seperti tikus yang takut keluar rumah dan harus mencuri-curi untuk bisa keluar cari makan," ucapnya lagi.

Sedangkan, Ketua Paguyuban Warga Tionghoa (PWT) Bhakti Putera Yogya, Muwardi Gunawan menyatakan tahun ini tidak ada perayaan Imlek bersama.

“Bhakti Putera tidak ada acara khusus, di rumah saja. Paling telpon-telponan atau Zoom, pasang lampion," ucap Muwardi. (Tribunjogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved