Breaking News:

Kesehatan

Tes PCR Dianggap Paling Akurat Deteksi COVID-19

Pemeriksaan lewat swab PCR dilakukan dengan mengambil sampel usap di hidung dan tenggorokan.

istimewa
Tangkapan layar diskusi yang bertajuk Rapid Antibodi, rapid Antigen dan PCR apa bedanya?, Kamis (29/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Peneguhan diagnosa COVID-19 saat ini masyarakat disuguhkan oleh tiga alat deteksi cepat yakni swab PCR, rapid antigen dan rapid antibodi.

Ketiganya bisa dianggap mampu mendeteksi seseorang terpapar -19 atau tidaknya.

Namun swab PCR sampai saat ini dianggap paling mendekati akurat.

Sebab antigen virus bisa dideteksi setelah beberapa hari setelah tertular.

Sedangkan antibodi akan terbentuk setelah 7 atau 14 hari setelah terpapar.

Hal itu dikemukakan oleh dokter spesialis patologi klinik dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dr. Titien Budhiaty, M.Sc., Sp.PK., dalam diskusi yang bertajuk Rapid Antibodi, rapid Antigen dan PCR apa bedanya?, Kamis (29/1/2021).

Dokter Spesialis Patologi RSA UGM: Perjalanan Covid-19 di Tubuh Bisa Dilihat dari Rapid Tes dan PCR

Seperti diketahui, pemeriksaan lewat swab PCR dilakukan dengan mengambil sampel usap di hidung dan tenggorokan.

Rapid antigen dilakukan dengan mengambil hasil usap di hidung.

Sedangkan rapid  antibodi dilakukan dengan mengambil darah si pasien.

Titien menjelaskan bahwa ketiga alat deteksi cepat COVID-19 ini sebenarnya bertujuan untuk mengetahui perjalanan penyakit COVID-19 yang masuk ke dalam tubuh seseorang.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved