Breaking News:

Yogyakarta

Terkait Dugaan Kasus Pelecehan di Malioboro, Wakil Ketua DPRD DIY Usulkan Adanya Pembinaan Rutin

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengungkapkan, tindakan tercela itu dikhawatirkan akan mencoreng citra Malioboro di mata masyarakat luas.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Ilustrasi Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan dewan menyayangkan adanya tindakan pelecehan  yang dilakukan petugas Jogoboro kepada seorang pengunjung.

Peristiwa itu terkuak dari beredarnya unggahan terkait curhatan seorang wisatawan di Malioboro yang mengklaim dirinya telah mendapat perlakuan tak sopan oleh petugas Malioboro, Sabtu (6/2/2020) kemarin.

Curhatan tersebut diunggah oleh pemilik akun Tweeter @RellaLembayung dan telah tersebar ke beberapa akun instagram influencer di Yogyakarta satu di antaranya @jogja24jam, hingga saat ini unggahan tersebut telah mendapat beragam respon. 

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengungkapkan, tindakan tercela itu dikhawatirkan akan mencoreng citra Malioboro di mata masyarakat luas.

Seorang Pengunjung Perempuan Diduga Jadi Korban Catcalling Oknum Petugas Keamanan Malioboro

Hal itu sangat disayangkan, terlebih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di kawasan ini.

"Saya meminta tolong untuk membuat Yogyakara termasuk Malioboro citranya baik di depan masyarakat," terang Huda Minggu (7/1/2021).

"Malioboro ladang kita bersama, banyak sekali yang bergantung mata pencarian Malioboro," paparnya lagi.
Huda meminta agar pelaku diberikan sanksi sesuai dengan kebijakan pimpinan, yakni Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya.

Untuk mencegah peristiwa serupa, Huda mengusulkan agar Pemda DIY melaksanakan pembinaan rutin kepada seluruh petugas lapangan.

"Kalau Malioboro ini kesannya tidak baik, gara-gara nila setitik rusak susu sebelangga, kita tidak mau. Jadi mohon diantisipasi dilakukan pembinaan yang baik kepada seluruh petugas maupun stakeholder baik itu pedagang, tukang becak, andong dan sebagainya.

UPT Malioboro Buka Suara Soal Unggahan Pelecehan Wisatawan di Malioboro

Pengelola Malioboro perlu membuat iklim Malioboro yang ramah dan nyaman.

Terlebih saat ini tengah memasuki masa krisis akibat pandemi COVID-19 sehingga citra Malioboro perlu benar-benar dijaga.

"Betul-betul di masa pandemi ini kita melayani pengunjung dengan sebaik baiknya agar pengunjung merasa aman dan nyaman," jelasnya.

Pembinaan itu, lanjut Huda, tak hanya untuk mencegah kejadian pelecehan.

Melainkan juga aspek-aspek lain yang dapat membuat pengunjung Malioboro merasa nyaman.

"Misalnta terkait higienisnya makanan dan sopan santun para awak wisata. Saya kira sangat baik kalau Pemda lakukan pembinaan rutin di Malioboro," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved