Tanggapan DPRD DIY Soal Adanya 50 Hotel di DI Yogyakarta yang Asetnya Terjual
Adanya 50 hotel dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kondisinya tidak stabil saat pandemi COVID-19
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya 50 hotel dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kondisinya tidak stabil saat pandemi COVID-19 hingga asetnya kini terjual turut direspon kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan, saat ini pelaku usaha memang harus prihatin dengan adanya pandemi COVID-19.
"Bukan hanya dari PHRI saja. Sektor lainnya memang terdampak, bahkan seluruh dunia," katanya, kepada Tribun Jogja, Selasa (2/2/2021).
Baca juga: Terkait SIPD, DPRD DIY: Banyak Masalah, Kemendagri Tidak Konsisten
Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah yang berdampak pada menurunnya mobilitas masyarakat diklaim menjadi penyebab hotel dan restoran sepi pengunjung.
Namun, dalam hal ini pemerintah DIY maupun kalangan parlemen merasakan dilema.
"Jika tidak dibuatkan aturan juga penurunan kasus tidak ada. Di sisi lain ya ekonomi tidak stabil seperti saat ini," ujarnya.
Huda merasa prihatin lantaran saat ini sudah ada 50 hotel dan restoran yang tak mampu bertahan hingga asetnya kini terjual.
Baca juga: Sebanyak 1.494 Nakes di Gunungkidul Telah Divaksin COVID-19, 106 Lainnya Tak Lolos Persyaratan
Akan tetapi, kondisi tersebut tidak lantas menjadi satu-satunya bahan untuk evaluasi pengambilan kebijakan ke depannya.
"Kalau ditanya PPKM efektif atau tidak ya kondisi perhotelan saat ini belum bisa dijadikan acuan. Kan belum selesai," tegasnya.
Terkait solusi dan stimulus yang diminta oleh PHRI DIY, Huda menyampaikan pemerintah perlu meringankan pajak, listrik dan biaya operasional lainnya. (hda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tak-cukup-dewan-dorong-pemda-di-yogyakarta-realokasi-anggaran-penanganan-covid-19.jpg)