Kota Yogya

Nasi Kotak Penyambung Hidup Masyarakat Malioboro, Virus Kebaikan yang Terus Menular

Polresta Yogyakarta membagikan nasi kotak bagi warga di kawasan Malioboro lewat program Polresta Yogyakarta Berbagi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Ardhike Indah
Warga yang bekerja Malioboro antusias mengambil nasi kotak di etalasi berbagi milik Polresta Yogyakarta, Senin (1/2/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Retnowati terlihat berdiri di depan etalase kaca tiga tingkat yang terletak di Simpang Ngejaman, Malioboro, Kota Yogyakarta.

Ternyata, ia menunggu pembagian nasi kotak yang setiap hari diberikan oleh Polresta Yogyakarta melalui program Polresta Yogyakarta Berbagi.

Panas matahari yang memuncak sekitar pukul 10.30 WIB tak menyurutkan niatnya untuk menanti petugas polisi menata ratusan nasi kotak itu.

Retnowati datang cukup awal dan langsung memanggil teman-temannya untuk ikut menunggu pembagian nasi itu.

“Sini sini, bapak ibu polisi sudah datang,” ucap Retnowati yang merupakan warga Gondomanan sembari melambaikan tangan ke setiap penjuru mata angin, Senin (1/2/2021).

Warga lain yang memang bekerja di kawasan Malioboro, tak mau ketinggalan dengan momen tersebut.

Satu per satu mulai berjalan menuju simpang itu, perlahan-lahan menyebrang setelah jalanan terlihat aman.

Sesampainya di Simpang Ngejaman, pekerja di Malioboro itu menempatkan diri masing-masing, antri memanjang ke belakang yang dibagi menjadi dua baris.

Dengan sabar, mereka antri menunggu giliran mendapatkan satu nasi kotak dan satu air mineral cup.

Tiga menit menunggu petugas memasukkan nasi kotak ke etalase, mereka pun berusaha menata antri agar sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Mahasiswa FMIPA UNY Ciptakan Sabun Antibakteri Berbahan Baku Daun Jarak dan Jelantah

Baca juga: Kembangkan Padi Jenis Inpari 42, Produksi Gabah di Petani di Tanjungsari Tembus 6 Ton Per Hektare

Masker yang awalnya tidak digunakan sebagaimana mestinya, langsung dipakai menutupi hidung dan mulut, sebelum ditegur polisi.

“Agak renggang ya pak bu, kita tetap terapkan prokes. Jangan sampai kegiatan ini dilarang, nanti bapak ibu tidak bisa dapat pembagian lagi,” kata seorang petugas.

Retnowati dan teman-temannya mengikuti saran petugas kepolisian.

Mereka mulai mundur perlahan-lahan, menengok ke belakang, memastikan jarak satu dan lainnya.

Bagaimanapun, mereka adalah yang dirugikan jika program tersebut ditiadakan hanya karena tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved