Pengungsi Gunung Merapi

Satu Keluarga Pengungsi Gunung Merapi di Plosokerep Umbulharjo Sleman Hari Ini Dipulangkan 

Pemerintah Kabupaten Sleman berencana memulangkan 10 orang (satu keluarga) pengungsi bahaya erupsi Gunung Merapi yang saat ini

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
twitter BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 28 Januari 2021 pukul 10.13 WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman berencana memulangkan 10 orang (satu keluarga) pengungsi bahaya erupsi Gunung Merapi yang saat ini masih bertahan di barak pengungsian Plosokerep, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

Pemulangan rencananya akan dilakukan hari ini. 

"Rencananya, nanti setelah makan siang, akan dipulangkan," kata Penewu (Camat) Cangkringan, Suparmono, dihubungi Sabtu (30/1/2021). 

Baca juga: Syarat Ajukan KPR Bersubsidi Tahun 2021, Berminat? Berikut Dokumen yang Harus Disiapkan

Baca juga: Dokter Spesialis THT-KL RSA UGM Jelaskan Soal Covid Tongue, Perubahan Lidah Pada Pasien Covid-19

Menurut dia, satu keluarga pengungsi di Barak Plosokerep, berasal dari Padukuhan Ngrangkah.

Mereka memilih turun dan mengungsi karena khawatir ketika gunung Merapi erupsi besar pada Rabu (27/1/2021) kemarin.

Saat itu, terjadi awan panas guguran, hingga mencapai 52 kali yang mengarah ke hulu kali Boyong dan Krasak. 

Karena khawatir, 10 orang dalam satu keluarga, terdiri dari 2 dewasa, 1 bayi, 1 balita, dan 6 anak itu memilih turun dan mengungsi.

Namun setelah berada di pengungsian, lebih kurang selama tiga hari, satu keluarga itu segera dipulangkan.

Sebab, kata Suparmono, padukuhan Ngrangkah meskipun berjarak sekitar 5-7 kilometer dari puncak Gunung Merapi, tetapi masih cukup aman. 

"Kepulangan satu keluarga pengungsi ini akan dikordinir oleh Unit Laks Kalurahan," terang Suparmono.

Menurutnya, dengan dipulangkannya 10 pengungsi di Barak Plosokerep, Umbulharjo maka wilayah Kapanewon Cangkringan sudah tidak ada lagi warga pengungsi bahaya erupsi Gunung Merapi.

Baca juga: Dokter Spesialis Patologi RSA UGM: Perjalanan Covid-19 di Tubuh Bisa Dilihat dari Rapid Tes dan PCR

Baca juga: Pemkab Sleman Berencana Perpanjang Lagi Status Tanggap Darurat Gunung Merapi 

Termasuk yang ada di barak pengungsian Glagaharjo, menurut dia, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. 

Lurah Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Suroto sebelumnya juga mengatakan, warga pengungsi di Barak pengungsian Glagaharjo resmi dipulangkan pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Namun sehari setelah itu, terjadi peningkatan aktivitas Merapi hingga meluncurkan awan panas cukup besar pada Rabu (27/1/2021) sore.

Hal itu memaksa sejumlah warga Kalitengah Lor, berlarian dan menuju ke titik kumpul.

Kemudian, karena warga merasa tidak nyaman, pada malam harinya, sebagian ada yang kembali ke pengungsian. 

"Jumlahnya ada 41 orang di Barak Glagaharjo. Tapi paginya, 36 orang pulang. Terus masih tersisa 5 orang, dan kemarin sore sudah pulang. Jadi untuk wilayah Glagaharjo, saat ini sudah tidak ada pengungsi," papar dia. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved