Vaksin Covid

Tekanan Darah Tinggi, Tiga Tokoh di Bantul Batal Terima Vaksin Perdana COVID-19 Hari Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan dari 12 tokoh tersebut ada 3 tokoh yang tidak bisa divaksin.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis dan Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi melakukan pendaftaran dan verifikasi untuk penerimaan vaksin COVID-19 di RSUD Panembahan Senopati, Kamis (28/01/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beberapa tokoh terpilih di Kabupaten Bantul melaksanakan vaksinasi perdana di RSUD Panembahan Senopati, Kamis (28/12/2021).

Ada 12 tokoh yang seharusnya mendapat vaksinasi perdana, yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Helmi Jamharis, Dandim 0729/ Bantul Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Kapolres Bantul AKBP Wahcyu Tri Budi, Ketua DPRD Kabupaten Bantul Hanung Raharjo, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Nur Asiah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul Isdarmoko, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja, tiga perwakilan FKUB, dan perwakilan pedangan pasar. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan dari 12 tokoh tersebut ada 3 tokoh yang tidak bisa divaksin.

Tiga tokoh tersebut adalah Sekda Kabupaten Bantul Helmi Jamharis, Kepala Kejari Bantul Nur Asiah, dan Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul. 

Baca juga: Jembatan Penghubung Antar Dusun di Desa Bumirejo Magelang Putus

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di DI Yogyakarta, Wagub DIY Kembali Terima Suntikan Vaksin

Ketiga tokoh tersebut tidak dapat menerima vaksin pada vaksinasi perdana Bantul karena tidak memenuhi syarat.

Saat skrining kesehatan, tekanan darah ketiganya tinggi. 

"Tekanan darahnya tinggi, di atas 140. Padahal kalau menurut aturan maksimal 140. Jadi untuk hari ini belum bisa menerima vaksin, ditunda dulu," katanya usai vaksinasi.

Ia melanjutkan ketiga tokoh tersebut diberikan obat penurun tekanan dan darah dan akan diobservasi selama sepekan.

Jika sepekan ke depan kondisi ketiganya baik, maka vaksinasi bisa dilanjutkan.

"Jadi tetap mendapat vaksin, tetapi penerimaanya ditunda, bukan hari ini. Karena untuk menerima vaksin harus dalam keadaan sehat. Misalnya saya punya DM, tapi saya dalam keadaan sehat. Jadi bisa divaksin," lanjutnya.

Setelah vaksinasi pada para tokoh di Bantul, vaksinasi dilanjutkan untuk para tenaga kesehatan di RSUD Panembahan Senopati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan lain dijadwalkan menerima vaksin pada Senin (01/02/2021) mendatang. 

Baca juga: Bank BPD DIY dan BPR Restu Artha Yogyakarta Teken Nota Kesepahaman

Baca juga: Hasil Temuan Sementara dari Ilmuwan Terkait Virus Nipah, Potensi Penularan hingga Risiko Kematian

"Hari ini dilakukan distribusi untuk fasilitas kesehatan lainnya yang bisa melayani vaksinasi," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul,] Helmi Jamharis menambahkan saat pemeriksaan kesehatan tekanan darahnya mencapai 171/59.

Ia memang sudah sejak lama menderita hipertensi. 

"Memang hari ini saya belum bisa menerima vaksin karena tensinya tinggi, 171/59. Nanti di lain kesempatan akan diberikan, ada informasi lebih lanjut. Sebenarnya saya ada dua, darah tinggi dan gula, tetapi yang tidak lolos darah tinggi," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved