PSTKM
Sepi Pembeli Selama PSTKM, Pedagang Pasar Beringharjo Lakukan Penjualan Secara Daring
Pemberlakuan masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah Yogyakarta membuat jumlah kunjungan di Pasar
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemberlakuan masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah Yogyakarta membuat jumlah kunjungan di Pasar Beringharjo mengalami penurunan.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, salah seorang pedagang pakaian di pasar Beringharjo, Lika (35) mulai memasarkan dagangannya melalui media digital.
"Semenjak PSTKM pembeli datang langsung itu jarang bahkan nyaris tidak ada. Makanya, saya pun mencoba mulai berjualan online agar bisa tetap berpengahasilan," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Jumat (22/01/2020).
Baca juga: KLASEMEN LIGA ITALIA Pekan 18 & Jadwal AC Milan vs Atalanta, Udinese vs Inter, Juventus vs Bologna
Baca juga: Wali Kota Magelang Terpilih M Nur Azis Bakal Janjikan Jaring Aspirasi Masyarakat Hingga Tingkat RT
Meskipun, penjualan secara daring tidak lebih banyak dibanding secara langsung saat kondisi normal.
Namun ia mengaku, sangat terbantu dengan adanya penjualan daring tersebut.
"Sangat terbantu sekali dengan kondisi yang sulit ini. Meskipun, hasilnya tidak sebanyak dulu paling tidak bisa membeli kebutuhan di dapur," terangnya.
Adapun, media yang digunakan untuk berjualan melalui platform Facebook pribadinya.
Dirinya hanya melayani pembelian untuk sekitar wilayah Yogyakarta terlebih dulu.
Baca juga: Es Buah Legend Pak Lantip di Kota Yogyakarta Sejak 1985, Selama PSTKM Tetap Buka Demi Pelanggan
Baca juga: UPDATE Jalan Tol di DI Yogyakarta, Penentuan Trase Tol Seksi III Masih Tertahan di Desa Mlangi
"Pakai Facebook soalnya lebih gampang memakainya. Tinggal pilih produk nanti bisa langsung dikirim setelah lakukan pembayaran. Saat ini, kami hanya menerima orderan dari wilayah Yogyakarta saja," terangnya.
Ia menambahkan, ke depannya akan mempeluas media penjualannya dengan menggunakan aplikasi e-commerce yang lain.
Dengan begitu, target pasar bisa neluas hingga ke luar daerah.
"Kan saya jualan online terbilang baru sejak PSTKM ini. Kalau kondisinya terus begini, pastinya prospek dari penjualan onlien akan diperluas karena rasanya tidak mungkin mengharapkan penjualan konvensional," pungkasnya. (ndg)