Breaking News:

Pendidikan

UGM Mewisuda 751 Lulusan Program Pascasarjana Secara Daring dan Luring Terbatas

UGM hari ini (Rabu, 20/1/2021) menyelenggarakan upacara wisuda program pascasarjana periode 2 tahun akademik 2020-2021.

Tangkapan layar upacara wisuda program pascasarjana UGM periode 2 tahun akademik 2020-2021
Upacara wisuda program pascasarjana UGM periode 2 tahun akademik 2020-2021 di sayap utara Balairung UGM, Rabu (20/1/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini (Rabu, 20/1/2021) menyelenggarakan upacara wisuda program pascasarjana periode 2 tahun akademik 2020-2021.

Pada kesempatan kali ini, UGM mewisuda 751 lulusan.

Dirinci berdasarkan jenjang pendidikannya, terdiri atas 647 lulusan program magister/S-2 termasuk 2 wisudawan dari warga negara asing (WNA), 51 lulusan program doktor/S-3 termasuk 2 wisudawan dari WNA, dan 53 lulusan program spesialis.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengatakan, upacara wisuda program pascasarjana periode 2 tahun akademik 2020-2021 ini dilaksanakan dengan metode daring dan luring terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Profil Prof Kuwat Triyana, Inventor Sekaligus Sosok di Balik Alat GeNose C19 Buatan UGM Yogyakarta

Acara dihelat di ruang terbuka, yakni sayap utara Balairung UGM

"Kami mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan menyelesaikan studi di UGM dengan gemilang. Kita patut bersyukur hari ini kita dapat menyelenggarakan dan mengikuti upacara wisuda meski dalam kondisi yang sangat berbeda dibanding kondisi normal," kata Panut dalam sambutannya. 

"Kami berharap hal ini tidak mengurangi makna dan penghargaan kami atas perjuangan yang telah Saudara lalui di kampus ini sehingga lulus dengan gemilang," sambungnya. 

Panut juga menjelaskan, indeks prestasi kumulatif (IPK) rerata wisudawan periode ini untuk program magister ialah 3,61, program doktor 3,64, dan program spesialis 3,55. 

Baca juga: Dokter GMC UGM Imbau Masyarakat Bisa Berkontribusi Semaksimal Mungkin dalam PSTKM 

Panut menambahkan, masih dalam situasi pandemi akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dilanda berbagai musibah, mlai dari aktivitas gunung berapi, banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan jatuhnya pesawat udara. 

"Kondisi ini harus mendorong kita untuk dapat berkontribusi mengatasi berbagai persoalan yang muncul," imbuhnya. 

Di sisi lain, lanjut dia, kita patut bersyukur pandemi dan berbagai bencana yang terjadi memperkuat persatuan, solidaritas dan kepedulian, membangkitkan jiwa goyong-royong dan daya kreativitas kita sehingga kekompakan berbagai elemen masyarakat terlihat sangat menonjol. 

"Kami berharap Saudara-saudara yang diwisuda hari ini dapat turut mengambil bagian dalam upaya kreatif dan inovatif dalam mengatasi pandemi dan bencana yang terjadi," ungkap Panut. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved