Erupsi Gunung Merapi
BPPTKG Sampaikan Kondisi Terkini Gunung Merapi di Masa Erupsi Efusif, Ini Penjelasannya
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi saat ini telah memasuki
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Padahal, pada erupsi Merapi sebelumnya, tahun 2018 pertumbuhan kubah lava mencapai 30 ribu meter kubik/hari.
Pada 2006 pertumbuhan kubah lava 70 ribu meter kubik per hari.
Baca juga: Perbaiki Sistem Pelaporan Ketersediaan Tempat Tidur di RS, Gugas Covid-19 DIY akan Aktifkan SPGDT
Baca juga: Bangun Masjid, SMAN 1 Wonosari Gunungkidul Dapat Bantuan Pihak Swasta
Bahkan, setelah gempa bisa mencapai 100 ribu meter kubik perhari.
"Jadi, sekarang ini erupsi dengan pertumbuhan kubah lava yang termasuk rendah," tuturnya.
Pengungsi Tunggu Kebijakan
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menyampaikan, meski Gunung Merapi sudah memasuki erupsi efusif dan ancaman telah bergeser ke arah selatan dan barat daya, pihaknya belum mengizinkan kepada para pengungsi untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Sebab, masih akan dilakukan kajian. Apalagi, Pemkab Sleman masih memberlakukan kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) pada tanggal 11-25 Januari 2021.
"Pemkab Sleman akan membuat kebijakan setelah 25 Januari 2021. Akan ada surat dari Bupati kepada warga masyarakat. Kembali atau tetap di pengungsian. Sebab, siapapun tidak ada yang bisa memastikan bahwa kondisi saat ini aman," tuturnya. (Rif)