Dinas Pariwisata Gunungkidul Benarkan Syarat Rapid Test Antigen Bikin Angka Kunjungan Anjlok
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Harry Sukmono, membenarkan syarat tersebut berpengaruh pada angka kunjungan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah pelaku wisata di Gunungkidul mengeluhkan anjloknya kunjungan wisata selama sepekan terakhir.
Syarat hasil Rapid Antigen Test dianggap jadi penyebab situasi tersebut.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Harry Sukmono, membenarkan syarat tersebut berpengaruh pada angka kunjungan.
Apalagi syarat itu berlaku khususnya bagi pengunjung asal luar DIY.
"Mereka yang tak membawa hasil non reaktif Rapid Antigen Test banyak diminta putar balik arah saat akan masuk ke Gunungkidul," katanya pada wartawan, Senin (18/01/2021).
Baca juga: Terdampak Kebijakan PSTKM, Pariwisata di Gunungkidul Seakan Kembali Seperti Awal Pandemi Covid-19
Baca juga: Masih Masa PSTKM, Disdikpora Gunungkidul Pilih Tunda Penerapan Belajar Tatap Muka
Harry mengatakan wisatawan Gunungkidul didominasi asal luar daerah, khususnya Jawa Tengah.
Persentasenya mencapai 25,5 persen, sedangkan DIY hanya 16,25 persen.
Ia juga menyebut angka kunjungan turun lebih dari separuhnya.
Selama tanggal 11-17 Januari 2021 tercatat sekitar 30.542 orang, berbeda jauh dengan angka kunjungan pekan sebelumnya.
"Pada 4-10 Januari tercatat ada 70.314 pengunjung. Angka yang turun lebih dari separuh," ungkap Harry.
Syarat tambahan bagi wisatawan ke Gunungkidul selama PSTKM ini hanyalah hasil Rapid Antigen Test.
Selebihnya tak berubah, seperti pembatasan jam operasional hingga kapasitas menjadi hanya 50 persen per destinasi.
Baca juga: Sepekan PSTKM, Kasus Baru dan Pasien Meninggal Dunia Positif COVID-19 di Gunungkidul Masih Tinggi
Baca juga: Hajatan Warganya Dibubarkan, Panewu Semin Gunungkidul Klaim Sudah Sosialisasi Instruksi PSTKM
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto, menyebut omset para anggotanya merosot hingga 90 persen selama PSTKM diterapkan.
Pembatasan jam operasional tempat usaha pun disebut jadi penyebab selain syarat Rapid Antigen Test.
"Tapi ya mau bagaimana lagi, karena memang demi kebaikan dan kesehatan bersama," kata Sunyoto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)