Breaking News:

Niat Mencari Batagor Dini Hari, Sepeda Motor Dirusak Kelompok Geng Pelajar di Timoho

Niat awal hendak mencari batagor setelah bermain di warung internet (warnet), sepeda motornya malah jadi bulan-bulanan kelompok geng pelajar

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Polisi saat merilis kasus pengerusakan sepeda motor yang terjadi di Jalan Timoho pada akhir Desember silam, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nasib sial menimpa Juanda Perwira (18) seorang pelajar warga Patehan, Kraton.

Niat awal hendak mencari batagor setelah bermain di warung internet (warnet), sepeda motornya malah jadi bulan-bulanan kelompok geng pelajar di Jalan Timoho. 

Insiden itu terjadi pada dini hari 27 Desember lalu di Warnet Platinum Jalan Timoho.

Korban bersama rekannya saat itu keluar hendak mencari batagor ke arah Jalan Kenari. 

Baca juga: Persiapan Vaksinasi di DI Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Sekda DIY Jalani Skrining Kesehatan

Baca juga: Tata Cara dan Panduan Registrasi Serta Verifikasi Akun LTMPT untuk SNMPTN 2021

Namun, sesampainya di GOR Amongrogo, kelompok geng pelajar yang terdiri dari sembilan orang dengan empat sepeda motor tanpa basa-basi dan masalah apapun langsung mengejar korban. 

Karena takut dan panik, korban lantas putar arah ke Warnet Platinum lagi dan masuk ke dalam warnet untuk melindungi diri serta meninggalkan sepeda motornya di tempat parkir. 

"Karena korban masuk maka untuk melampiaskan kekesalannya mereka melakukan pengrusakan terhadap sepeda motor korban," kata Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo, Rabu (13/1/2021). 

Mereka yang melakukan pengrusakan adalah MA yang berperan sebagai pelaku yang menabrakan sepeda motor ke tembok, kemudian RK yang menyabetkan sabuk dengan timangan besi ke sepeda motor, MAM memukul sepeda motor dengan menggunakan balok kayu yang kemudian MHS memukul sepeda motor dengan menggunakan lempengan besi seukuran panjang 40 sentimeter, setelah melakukan pengrusakan para pelaku meninggalkan TKP secara berpencar.

"Mereka semua rata-rata masih pelajar dan merupakan kelompok geng di sebuah sekolah swasta," katanya. 

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo, Iptu Nuri Aryanto menyatakan, motif para tersangka melakukan tindakan itu semata-mata karena kesal. Salah satu pelaku mengaku pernah ditendang oleh seseorang di Jalan Solo. 

Baca juga: Jelang Vaksinasi Sinovac Perdana di Jateng, Gubernur Ganjar Kunjungi 2 Faskes di Kota Semarang

Baca juga: Sakit Hati Karena Putus Cinta, Seorang Remaja di Kulon Progo Tega Aniaya Mantan Pacar

"Karena dendam mereka akhirnya mencari pelampiasan. Padahal mereka juga tidak tahu siapa yang menendang," jelas Nuri. 

Polisi akhirnya berhasil meringkus ke empat tersangka pada 4 Januari 2021 lalu.

Lima rekan lainnya hanya berstatus sebagai saksi karena tidak terlibat langsung dalam insiden pengrusakan itu. 

Atas perbuatannya, para tersangka terancam atas tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang/pengrusakan pasal 170 kuhp subsider 406 dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved