Kisah Perjuangan Fitri, Guru SD di Yogyakarta yang Fasilitasi Pembelajaran Selama Pandemi

Dengan mengenakan baju bebas dan tas di pundak, beberapa anak datang satu per satu ke Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan Kota Yogyakarta

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
Guru SD Muhammadiyah Danunegaran, Fitri Afrika Sari, ditemui seusai mengajar di ruang Rebecca Pevita. 

"Akhirnya saya mengajukan ke Pevita dan dengan senang hati Pevita mengizinkan belajar di sini. Di sini fasilitasnya (banyak) yang di sekolah saja mungkin tidak seperti ini. Di sini juga disemprot disinfektan 2 kali sehari jadi saya merasa aman, ruang tersendiri, WiFi juga boleh digunakan," paparnya. 

"Saya mulai mengajar di sini sejak November 2020, tetapi tidak terus-terusan. Sempat berhenti karena menyesuaikan kebijakan pemerintah juga," sambungnya. 

Menurut Fitri, semua muridnya memang bertempat tinggal di sekitar Pevita.

Awalnya, pembelajaran tatap muka hanya diperuntukkan bagi 8 siswa yang terkendala belajar daring, namun ternyata antusiasme dari siswa dan orang tua yang lain sangat tinggi.

Sehingga, 18 siswa Fitri bergabung dalam pembelajaran di Pevita. 

Namun, jumlah tersebut ia bagi menjadi dua sif.

Yakni, kelompok pertama 9 anak selama pukul 09.00-10.30 WIB dan 9 anak lainnya 10.45-12.15 WIB.

"Karena ada fasilitas dari Pevita akhirnya semua mau ikut, orang tua akhirnya mengizinkan semua. Saya sampaikan kepada mereka, apa pun keputusannya itu kita bersama," imbuhnya. 

Adapun selama berlaku kebijakan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PSTKM), Fitri menyampaikan kepada orang tua silahkan memilih untuk tetap belajar tatap muka atau hanya daring. 

"Selama PSTKM saya takut juga, akhirnya saya kembalikan ke orang tua, siapa yang mau online silakan, yang di Pevita juga saya layani. Akhirnya ada 7 anak yang masih ingin belajar di Pevita," ungkapnya. 

"Yang belajar di rumah pukul 07.30-09.00 saya layani dengan online. Pukul 09.00-10.30 yang offline," sambungnya. 

Di luar itu, Fitri setiap hari masih harus bolak-balik ke sekolahnya.

Ia melakukan presensi di sekolah pada pagi harinya, mulai ke Pevita pukul 08.45 WIB hingga sesi belajar berakhir, dan kembali ke sekolah hingga pukul 14.00 WIB. 

Baca juga: UPDATE Covid-19 13 Januari 2021: Rekor Baru Penambahan 11.278 Kasus Baru, Total Kumulatif 858.043

Meskipun terdapat fasilitas belajar tatap muka 1,5 jam sehari, siswanya tetap diberikan penugasan di rumah.

Sebab, jam belajar dalam sehari seharusnya 5-6 jam. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved