Penyerapan SDM Lesu akibat Covid-19, Kementerian Perindustrian Gelar Program Pelatihan 3-in-1
Untuk menggenjot penyerapan tenaga kerja yang lesu akibat pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian melaksanakan pelatihan 3-in-1.
Penulis: APS | Editor: APS
TRIBUN-JOGJA.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendorong industri nasional dengan tiga pilar utama, yaitu investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM).
Dari ketiga komponen tersebut, Agus menyebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, untuk membentuk SDM berkualitas, maka perlu diadakan pengintensifan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujarnya.
Kalimat tersebut disampaikan Agus dalam acara kick off Pelatihan 3-in-1 (three in one) serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Selasa (12/1/2021).
Pelatihan 3 in 1 sendiri merupakan pelatihan berbasis kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri.
Selain itu, pelatihan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.
Menurut Agus, di era revolusi industri 4.0, Indonesia butuh SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital.
“Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (upskilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini,” paparnya.
Agus menambahkan, kurikulum Pelatihan 3-in-1 telah didesain spesifik pada keterampilan tertentu yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Pelaksanaan pelatihan mulai dari penyiapan kurikulum, praktek pembelajaran hingga penempatan kerja telah dilakukan berkolaborasi dengan perusahaan industri dan asosiasi industri,” ungkapnya.
Selain itu, Agus menjelaskan, Pelatihan 3-in-1 juga berguna sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah putus hubungan kerja (PHK) di industri.
“Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten, diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat,” kata Agus.
Hal tersebut, jelas Agus, disebabkan oleh utilisasi industri manufaktur Indonesia yang menurun hingga 59,20 persen pada periode April-November 2020.
Sebagai informasi, pelaksanaan kick off Pelatihan 3-in-1 dilakukan secara serentak oleh 7 Balai Diklat Industri dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengungkapkan, penyelenggaraan pelatihan 3-in-1 saat ini diikuti sebanyak 6.103 orang peserta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kick-off-pelatihan-3-in-1-kementerian-perindustrian.jpg)