Kasus Covid-19 Terus Naik, Dokter GMC UGM: 2.053 Virus Bermutasi di Indonesia 

Selama 10 bulan pandemi melanda Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir kasus harian Covid-19 masih terus mengalami kenaikan

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Dokter Gadjah Mada Medical Center (GMC), dr Yuniantika (kiri). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama 10 bulan pandemi melanda Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir kasus harian Covid-19 masih terus mengalami kenaikan. Baik secara nasional maupun lokal DIY. 

Dokter Gadjah Mada Medical Center (GMC), dr Yuniantika, mengungkapkan hal tersebut terjadi karena dua hal, yakni terjadinya mutasi virus dan perilaku masyarakat. 

Menurut Yuni, hingga kini di dunia sudah terjadi mutasi virus SARS-CoV-2 lebih dari 4.000 mutasi.

Di Indonesia, sampai 11 Januari 2021 ada 2.053 mutasi virus yang sudah teridentifikasi selama 10 bulan ini. 

Baca juga: PT BPR Bank Sleman Umumkan Pemenang Undian Tabungan Mutiara Periode XIII

Baca juga: Hari Pertama Pelaksanaan PSTKM di Bantul, Satpol PP Tegur 14 Pelaku Usaha

"Virus itu sangat mudah bermutasi terhadap lingkungan, agar bisa terhindar dari sistem imun inangnya," ujar Yuniantika dalam siaran #UGMUpdate, Selasa (12/1/2021). 

Ia melanjutkan, peneliti dari UGM juga telah melakukan riset mutasi Covid-19 yang mengambil sampel di DIY dan Jawa Tengah.

Pada April 2020, mutasi virus Covid-19 tipe D ditemukan 10 persen.

Namun, November 2020 sudah 90 persen mutasi yang ditemukan di DIY dan Jateng. 

"Mutasi virus yang ditemukan di DIY dan Jawa Tengah lebih tinggi dari angka Indonesia yang secara keseluruhan hanya 66 persen," imbuhnya. 

Terdapat perbedaan antara virus yang sudah bermutasi dengan virus yang belum mengalami mutasi. 

"Virus yang sudah bermutasi virulensi atau angka kemungkinan menularnya lebih tinggi 10 kali lipat, juga kecepatan berkembangbiaknya dalam tubuh manusia lebih cepat sampai 10 kali lipat. Tapi ini tidak berbanding lurus dengan kondisi keparahan pasien," papar Yuni. 

Alasan kedua meningkatnya kasus harian Covid-19, ialah dari sisi perilaku masyarakat. 

Baca juga: DPRD DIY Usulkan Agar Pemda DIY Beri Dukungan Anggaran ke Gugus Tugas di Tingkat Desa

Baca juga: Dokter GMC UGM Imbau Masyarakat Bisa Berkontribusi Semaksimal Mungkin dalam PSTKM 

Menurut Yuni, dari penelitian yang pernah ia lakukan, masyarakat sebenarnya sudah tahu apa itu 3M, tetapi penerapannya bisa berbeda-beda pada setiap orang. 

Namun, lanjutnya, di sisi lain ada pula orang-orang yang bersikap cuek dan menganggap Covid-19 konspirasi misalnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved