Breaking News:

Kabupaten Bantul

Hari Pertama Pelaksanaan PSTKM di Bantul, Satpol PP Tegur 14 Pelaku Usaha

Belasan pelaku usaha di Bantul mendapat teguran dan edukasi dari Satpol-PP di masa Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM).

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja// Ahmad Syarifudin
Tim Gakkum Gugus Tugas Covid-19 Bantul memberikan edukasi kepada pelaku usaha saat patroli masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Wilayah Bambanglipuro, Bantul, Selasa (12/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Belasan pelaku usaha di Bantul mendapat teguran dan edukasi dari Satpol-PP sebagai koordinator tim Gabungan Penegakan Hukum (Gakkum) di masa Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM).

Pelaku usaha tersebut ditegur karena tidak mematuhi Protokol Kesehatan (prokes) dan melanggar jam operasional yang disepakati. 

"Tadi malam kami sudah mulai patroli dan memberikan teguran kepada sekitar 14 tempat usaha. Kami beri teguran serta edukasi kepada mereka agar memenuhi apa yang menjadi aturan Intruksi Bupati," kata Kasi Pemberdayaan Linmas Satpol-PP Bantul, Rujito, saat patroli Penegakan Hukum di Kecamatan Bambanglipuro, Selasa (12/1/2021). 

Ke-14 tempat usaha yang mendapat teguran berada di Kecamatan Imogiri dan Bantul.

Menurutnya, patroli penegakan hukum akan terus dilakukan di sejumlah Kecamatan. Tujuannya, supaya Intruksi Bupati Bantul nomor 1/2021 benar-benar ditegakkan. Sehingga dapat memutus mata rantai penularan virus Corona. 

Rujito menjelaskan, selama masa Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat diberlakukan, tim gabungan dari Satpol PP, Polres, Kodim instansi terkait lainnya aan melaksanakan patroli rutin.

Baca juga: Pemkot Yogya Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Selama PSTKM Aman

Baca juga: DPRD DIY Usulkan Agar Pemda DIY Beri Dukungan Anggaran ke Gugus Tugas di Tingkat Desa

Di tiga hari pertama, pelaku usaha yang kedapatan menyalahi aturan akan diberikan teguran dan edukasi terlebih dahulu.

Namun, saat hari keempat dilakukan peninjauan kembali dan ternyata masih melanggar maka akan diberi tindakan tegas. "Sanksinya penutupan maksimal 3 hari," ujar dia. 

Sementara itu pada hari kedua pelaksanaan PSTKM, tim Gakkum melaksanakan patroli penegakan hukum di Kecamatan Banguntapan dan Kecamatan Bambanglipuro.

Pantauan di lokasi, satu persatu toko kelontong, toko swalayan dan pelaku usaha di seputar Ganjuran, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro didatangi untuk diberi edukasi. 

Salah satu operator toko swalayan di Sumbermulyo, Bambanglipuro, Saliman mengaku mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Bantul dengan diberlakukannya Pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat.

Sebab, tujuan dari pembatasan tersebut diakuinya bagus untuk menekan penularan Covid-19 di Bumi Projotamansari. 

Ia sendiri selama masa pengetatan, membuka toko dari pukul 08.00 pagi dan tutup pukul 20.00 WIB. Padahal, biasanya bisa sampai pukul 21.00 WIB.

"Sekarang tutup lebih awal. Nggak papa karena aturan itu bagus. Soal pendapatan juga tidak berkurang. Sama saja," ujar dia. (Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved