Breaking News:

Potensi Erupsi Gunung Merapi

Jumlah Pengungsi di Sleman Bertambah Setelah Terjadi Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi

Tidak hanya di daerah Sleman, warga di Dusun Babadan 1 juga kembali ke tempat pengungsian setelah terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
IST | BPPTKG Yogyakarta
ILUSTRASI - Guguran lava pijar Gunung Merapi pada Senin (4/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas. Jumlah warga yang mengungsi ke barak pengungsian Glagaharjo Cangkringan Kabupaten Sleman pun mulai bertambah. 

Tidak hanya di daerah Sleman, warga di Dusun Babadan 1 juga kembali ke tempat pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, setelah terjadi guguran material vulkanik Gunung Merapi pada Selasa 5 Januari 2021. 

Penambahan jumlah pengungsi tampak di Sleman, yang semula rata-rata 220 jiwa kini menjadi 324 warga. 

Dikabarkan bahwa jumlah pengungsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman bertambah.

Penambahan jumlah pengungsi ini karena adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

"Per tadi malam jumlahnya 324 yang di sini," ujar Lurah Glagaharjo Suroto saat ditemui di barak pengungsian, Selasa (5/1/2021).

Suroto menyampaikan, penambahan jumlah pengungsi ini berasal dari kelompok rentan warga Kalitengah Lor.

Sebab, Kalitengah Lor berada di radius bahaya Gunung Merapi.

"Iya bertambah, sebelumnya rata-rata naik turun 220 jiwa," ungkapnya.

Mereka yang mengungsi ini memang belum turun sejak awal status Gunung Merapi Siaga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved