Poktan Margo Rukun di Bulak Sawah Cepitan Kulon Progo Panen Padi Menor 8,23 Ton per Hektare
Kelompok Tani Margo Rukun melaksanakan wiwit panen dan ubinan padi lokal menor pada musim tanam (MT) I di Bulak Sawah Cepitan
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kelompok Tani Margo Rukun melaksanakan wiwit panen dan ubinan padi lokal menor pada musim tanam (MT) I di Bulak Sawah Cepitan, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan, dari sampel hasil ubinan yang dilakukan di tiga titik sampel yang berbeda menghasilkan 8,23 ton per hektare gabah kering giling (gkg).
Hasil tersebut jauh diatas rata-rata produktivitas padi kabupaten yang berada di angka sekitar 6,5 ton per hektare.
Baca juga: Badan Otorita Borobudur Canangkan Konektivitas Yogyakarta-Karimunjawa
Baca juga: Belasan Santri di Ponpes Gunungkidul Positif Covid-19, Kemenag : Semuanya Kami Pastikan Aman
Baca juga: Tak Lebih Baik, Berikut Ini Pemanis Pengganti Gula Pasir, Perhatikan Proses Pembuatan dan Dampaknya
Dengan begitu, pihaknya menyampaikan terimakasih kepada kelompok tani Margo Rukun yang telah menanam dan melestarikan padi lokal menor sehingga berhasil dan membuktikan hasil panen yang sangat baik
"Melihat hasil panen yang memuaskan ini, kami semakin optimis terhadap padi lokal menor. Di mana padi ini memiliki kualitas yang bagus dengan butiran berasnya besar serta pulen, enak dan wangi," ungkapnya Sabtu (19/12/2020).
Lebih lanjut kata Aris, pada 2021 mendatang dengan dukungan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) memasuki tahapan pelepasan varietas.
Jika sudah menjadi varietas yang dilepas maka pengembangannya akan lebih luas dan leluasa.
Baca juga: Kenali Bahaya Dari Sampah, Terapkan Cara Berikut Ini untuk Mengelola Sampah Rumah Tangga Kita
Baca juga: BREAKING NEWS: Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Bendo Bantul
Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Dhuha Berjamaah Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya
Sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang besar bagi Kulon Progo.
Tinggal adaptasi varietas di lapangan dengan pengawalan pada proses budidayanya.
Sementara Kepala BPTP Balitbangtan Yogyakarta, Soeharsono mengapresiasi atas semangat yang luar biasa dari seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kulon Progo terkait pengembangan produk lokal serta peluang dan prospek yang sangat menjanjikan dari pengembangan padi lokal menor ini.
"Jika lokasi lain punya beras lokal dengan kualitas terbaik yang pulen, enak dan wangi seperti Jawa Tengah memiliki beras Delanggu, Jawa Barat memiliki berat Cianjur atau pandan wangi maka DIY ke depannya punya beras lokal Kulon Progo yaitu menor," ucapnya. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinas-pertanian-dan-pangan-kabupaten-kulon-progo-01.jpg)