Breaking News:

Bersedia Direlokasi, PKL Jalan KHA Dahlan Minta Pemkot Yogyakarta Beri Kejelasan Waktu dan Tempat

Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KH Ahmad (KHA) Dahlan menyatakan kesediaannya untuk direlolasi seusai proyek revitalisasi

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Suasana pembangunan pedesterian di jalan KH.Ahmad Dahlan yang menjadi proyek pemerintah Yogyakarta mulai dilakukan, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KH Ahmad (KHA) Dahlan menyatakan kesediaannya untuk direlolasi seusai proyek revitalisasi pedestrian selesai.

Hanya saja, mereka meminta kepastian secepatnya, menganai tempat, serta waktu kapan harus angkat koper.

Ketua Paguyuban PKL KHA Dahlan Timur, Zairin berujar, selama ini para pedagang merasa digantungkan statusnya, tanpa kejelasan.

Ia mengaku, terakhir menjalin koordinasi dengan Camat Gondomanan, sekitar satu bulan lalu, tapi tetap belum mendapat jawaban.

Baca juga: Aturan Pembatasan Jam Operasional Tempat Usaha di Yogyakarta Sedang Dalam Pembahasan

Baca juga: Ini Lokasi Larangan Parkir di Klaten, Kalau Dilanggar Langsung Digembok dan Didenda Rp100 Ribu

"Selama tiga bulan lebih kita tidak diperhatikan. Cuma disuruh menunggu, tidak tahu sampai kapan. Tidak jelas, direlokasi kemana, terus kapan, jadinya seperti digantung saja," ujarnya, Minggu (20/12/2020).

Padahal, para pedagang di Jalan KHA Dahlan, kini sudah berbesar hati menerima kebijakan dari pemerintah, karena pedestrian memang sudah tak bisa dipakai untuk berjualan.

Karena itu, ia berharap, Pemkot bisa segera mencarikan solusi terbaik untuk seluruh PKL.

"Kami sudah memberi pengertian ke teman-teman, mereka juga sudah legowo, menerima. Tidak apa-apa lah, seumpama direlokasi, ya manut saja," cetusnya.

"Tapi, kami pengen kejelasan, kapan dan dimana kita akan direlokasi. Selama ada kejelasan dan solusi terbaik, tentu kita bersedia," ujar pria yang sudah 18 tahun berdagang koran di sisi selatan Jalan KHA Dahlan itu.

Namun, selama belum disosialisasikan mengenai rencana relokasi tersebut, para pedagang sepakat untuk bertahan di trotoar Jalan KHA Dahlan.

Baca juga: Bila Tanpa Pembatasan, Pemkot Magelang Melarang Perayaan Malam Pergantian Tahun 

Baca juga: Peringati Dies Natalis ke-71 UGM, Kagama FC Jalin Silaturahmi Lintas Angkatan Lewat Sepak Bola

Apalagi, ia menilai, saat ini belum ada Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait larangan untuk berdagang di pedestrian setempat.

"Saat proyek selesai, kita tetap jualan, sampai ada Perwal. Tapi, seperti yang saya sampaikan tadi ya, sebelum Perwal keluar, kami berharap sudah mendapat solusi, istilahnya supaya kami bisa siap-siap," ucapnya.

Ia berujar, selama ini pedagang belum pernah mendapat informasi terkait kapan selesainya proyek, dan kapan PKL harus angkat kaki.

Padahal, menurutnya, informasi itu, seharusnya dibuka secara gamblang kepada warga masyarakat yang terdampak revitalisasi.

"Kalau saya, berprasangka baik saja. Semoga, relokasinya nanti setelah proyek selesai, di sisi selatan dan utara. Jadi, kami masih ada waktu," jelas Zairi. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved