Hindari Sanksi Penutupan, Pemkot Yogyakarta Dorong Semua Pelaku Usaha Ajukan Verifikasi Prokes

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali mendorong para pelaku usaha untuk mengajukan verifikasi protokol kesehatan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali mendorong para pelaku usaha untuk mengajukan verifikasi protokol kesehatan.

Dengan begitu, kemanan dan kenyamanan pengunjung, maupun masyarakat sekitarnya lebih terjamin tanpa ada kekhawatiran.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi setelah pihaknya melakukan penutupan terhadap Platinum Kitchen and Bar Lounge, Kamis (17/12/2020) lalu.

Tindakan diambil karena terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: Perintah Gubernur Jawa Tengah, Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Magelang Ditunda

Baca juga: Ratusan Warga di Kulon Progo Telah Teredukasi Protokol Kesehatan COVID-19

"Kebetulan tempat itu sebelumnya tak pernah mengajukan verifikasi protokol kesehatan. Harapan kami, semua tempat usaha minta verifikasi lah, wong itu tidak bayar dan segala macam ya," tandasnya, Jumat (18/12/2020).

Apalagi, Satpol PP dan satuan tugas Covid-19 di kecamatan selama ini rutin melakukan patroli, untuk memantau situasi tempat-tempat usaha di wilayahnya masing-masing.

Jadi, segala jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, dipastikan tak akan luput dari perhatian.

"Kita setiap hari muter-muter untuk melakukan patroli dan sidak terhadap tempat usaha, atau tempat-tempat yang kami curigai ada pelanggaran itu ya," tegasnya.

"Makanya, kami minta mengajukan verifikasi, agar kami bisa memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Mari bersama-sama menjaga, melindungi, serta menyelamatkan warga dan pelangganmu," tambah Heroe.

Wakil Wali Kota Yogyakarta itu mengakui, pelanggaran yang dilakukan salah satu kafe di Jalan Urip Sumoharjo tersebut, memang tak bisa lagi ditoleransi, sehingga memang layak dijatuhi sanksi tegas berupa penutupan selama 3×24 jam. Harapannya, insiden itu menjadi pelajaran.

Baca juga: Penampakan Terkini Simpang Tugu Jogja hingga Pedestrian Sudirman

Baca juga: Hindari Kerumunan, Dinpar Bantul Alihkan Pentas Akhir Tahun secara Virtual

"Memang kemarin saya mendapat perintah dari Pak Wali ya, terkait adanya tempat usaha yang menggelar pesta ulang tahun dan tidak mentaati protokol kesehatan. Lalu, saya minta Kasatpol PP dan Camat untuk menyelesaikan persoalan itu dan menutupnya," ujarnya.

Ia menyampaikan, tindakan tersebut diambil dalam rangka upaya pemutusan rantai penularan virus corona di wilayah Kota Yogyakarta.

Terlebih, tren kasusnya sejauh ini belum melandai dan tidak lama lagi bakal menghadapi libur panjang natal, serta tahun baru (Nataru).

"Jadi, ini bagian dari keinginan kita supaya pelaku usaha ini bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Ini kan demi penanganan Covid-19 di Kota Yogyakarta, agar bisa lebih baik dan maksimal," cetusnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved