Mahasiswa UNY Analisis 92 Dongeng Indonesia untuk Asah Karakter Nasionalisme Anak
Keberagaman dongeng yang ada di Indonesia dapat dijadikan sarana untuk mengantarkan anak usia dini pada karakter nasionalisme.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Dari latar tempat, 47 persen berada di Pulau Sulawesi, 16 persen dari Pulau Sumatera, 14 persen dari Pulau Kalimantan, 13 persen dari Pulau Jawa, dan 10 persen dari Pulau Papua.
Setelah melakukan analisis, para mahasiswa melakukan klasifikasi dongeng-dongeng yang dapat meningkatkan karakter nasionalisme pada anak, yaitu dongeng-dongeng yang memiliki tema toleransi, kerukunan, dan tanggung jawab.
Baca juga: Selain Indonesia, Berikut 11 Negara di Dunia yang Memberikan Vaksin COVID-19 Gratis untuk Warganya
Baca juga: Sekda DIY : Setiap Wisatawan Yang Ingin Berkunjung ke Yogyakarta Wajib Bawa Hasil Rapid Test
Dari klasifikasi yang dilakukan terpilih 14 judul dongeng dari 5 tempat yang ada.
Adapun judul dongeng yang telah melalui proses analisis dan termasuk kategori dongeng yang dapat meningkatkan karakter nasionalisme adalah ‘Sang Danding Anak Janda Miskin’, ‘Si Kelingking’, ‘Bujang Jambi’, ‘Tun Telani, Kecerdikan Seekor Penyu’, ‘Hikayat Si Buta Jadi Raja’, ‘Lakina Jawa’, ‘Kera dengan Jin Beringin’, ‘Putri Junjung Buih’, ‘Putri Tadampalik’, ‘Terjadinya Air Garam Di Yiwika’, ‘Kampung Berbentuk L’, ‘Hilangnya Kampung Kewoyo’ dan ‘Terbentuknya Kampung Tablanusu’.
"Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua dan guru dalam memilih dongeng yang akan diberikan kepada anak, khususnya dongeng yang mengandung unsur nasionalisme," ungkap Luailik.
Kegiatan ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Sosial Humaniora tahun 2020. (uti)