Mahasiswa UNY Analisis 92 Dongeng Indonesia untuk Asah Karakter Nasionalisme Anak
Keberagaman dongeng yang ada di Indonesia dapat dijadikan sarana untuk mengantarkan anak usia dini pada karakter nasionalisme.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pengalaman sosial emosional anak usia dini menentukan perkembangan pada usia berikutnya.
Keberagaman dongeng yang ada di Indonesia dapat dijadikan sarana untuk mengantarkan anak usia dini pada karakter nasionalisme.
Dari latar belakang inilah sekelompok mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni UNY melakukan penelitian tentang klasifikasi dongeng nusantara berdasarkan unsur instrinsik sebagai media penguatan karakter nasionalisme anak.
Mereka adalah Angger Gilang Praditama, Resmardian Fathi Shafarizki, dan Luailik Mushoffa.
Baca juga: Pemda DIY Bebaskan Kabupaten/Kota Untuk Opsi Tutup Akses Masuk Saat Libur Nataru
Baca juga: Keberadaan MPP Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Terminal Dhaksinarga Wonosari Gunungkidul
Menurut Angger Gilang Praditama, dongeng dapat menjadi salah satu sarana karena pada umumnya berkisah tentang budaya daerah setempat yang mengandung nilai luhur dan moral.
“Fokus penelitian ini mengklasifikasikan dongeng nusantara berdasarkan tema dan latar tempat,” ujar Gilang.
Adapun tema yang dipilih di antaranya tentang toleransi, kerukunan, dan sikap menghargai antarsuku, ras, budaya, dan agama.
Pemilihan tema ini bertujuan untuk menanamkan karakter nasionalisme dan akan memberikan gambaran tentang kehidupan suatu masyarakat tertentu melalui kisah yang ada dalam dongeng.
Sementara pemilihan latar tempat bertujuan menunjukkan betapa luas wilayah negeri ini dengan keunikannya masing-masing dan mencegah dampak negatif etnosentris.
"Latar tempat secara tidak langsung juga mengenalkan anak usia dini pada daerah-daerah di Indonesia melalui cara yang menarik dan menyenangkan. Anak usia dini perlu wawasan nusantara agar terhindar dari dampak negatif sikap etnosentris yang dapat memecah belah Indonesia," jelasnya.
Resmardian Fathi Shafarizki menambahkan, objek penelitian ini adalah 92 dongeng dari seluruh Indonesia.
“Kami melakukan analisis terhadap tema dan latar dongeng yang terdapat dalam buku Dongeng Nusantara,” paparnya.
Dongeng yang diteliti berasal dari seluruh pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua.
Luailik Mushoffa menjelaskan, dari 92 dongeng yang dianalisis diketahui bahwa 11 persen tema yang ditemui adalah tentang kerukunan, disusul dengan tema toleransi sebanyak 3 persen dan tema tanggung jawab sebanyak 1 persen.