Berita Kesehatan

5 Alasan Kenapa Telur Disebut Makanan Pembunuh Berat Badan

Telur juga memiliki beberapa khasiat unik yang membuatnya ramah terhadap penurunan berat badan.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
delish.com
ilustrasi 

Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi protein dapat mengurangi pikiran obsesif tentang makanan hingga 60%.

Ini juga dapat mengurangi keinginan untuk ngemil larut malam hingga setengahnya.

Baca juga: Penderita Diabetes Boleh Makan Telur, Asal . . .

3. Telur Dapat Meningkatkan Metabolisme

Telur mengandung semua asam amino esensial, dan dalam rasio yang tepat.

Ini berarti tubuh Anda dapat dengan mudah menggunakan protein dalam telur untuk pemeliharaan dan metabolisme.

Makan makanan berprotein tinggi telah terbukti meningkatkan metabolisme hingga 80-100 kalori sehari, melalui proses yang disebut efek termik makanan.

Efek termal makanan adalah energi yang dibutuhkan tubuh untuk memetabolisme makanan, dan lebih tinggi untuk protein daripada lemak atau karbohidrat.

Artinya, makanan berprotein tinggi, seperti telur, membantu Anda membakar lebih banyak kalori.

Baca juga: Pertimbangan Saat Memilih Telur Ayam atau Telur Bebek : Dari Alergi Hingga Selera Pribadi

4. Telur Cocok untuk Sarapan

Makan telur untuk sarapan tampaknya sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Banyak penelitian yang membandingkan efek makan telur di pagi hari versus makan sarapan lain dengan kandungan kalori yang sama.

Beberapa penelitian terhadap wanita yang kelebihan berat badan menunjukkan bahwa makan telur daripada bagel meningkatkan perasaan kenyang dan menyebabkan mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori selama 36 jam berikutnya.

Sarapan telur juga telah terbukti menyebabkan penurunan berat badan hingga 65% lebih besar, selama 8 minggu.

Sebuah studi serupa pada pria sampai pada kesimpulan yang sama, menunjukkan bahwa sarapan telur secara signifikan mengurangi asupan kalori selama 24 jam berikutnya, dibandingkan dengan sarapan bagel. Para pemakan telur juga merasa lebih kenyang.

Selanjutnya, sarapan telur menyebabkan glukosa darah dan respons insulin lebih stabil, sekaligus menekan ghrelin (hormon kelaparan).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved