Musim Penghujan, DPKP DIY Minta Peternak Waspadai Penyakit Hewan

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau para peternak agar tetap menjaga

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ,Syam Arjayanti. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau para peternak agar tetap menjaga kesehatan hewan ternak agar terhindar dari penyakit yang bisa menghambat produktivitas.

Plt Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti mengatakan pada musin penghujan kerentanan hewan ternak terhadap penularan penyakit cukup tinggi.

"Memang harus diperhatikan dari segi kebersihannya. Biasanya, penyakit yang sering menyerang hewan ternak seperti Avian Influenza (AI), Antraks, dan Brucellocis lebih aktif di cuaca yang basah," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Aliran Anak Sungai di Ngingas Lor Meluap, Rendam Taman Lampion Klaten Setinggi 15 Sentimeter

Baca juga: Pegiat Sepeda di Kota Magelang Kritik Jalur Sepeda di Sisi Kanan, Sebut Kurang Aman

Berdasarkan catatan DPKP DIY tingkat hewan ternak terjangkit penyakit, mulai dari ayam, sapi, hingga kambing tergolong rendah.

Avian Influenza tercatat pada 2017 sebanyak 6 kasus.

Kemudian, mengalami penurunan pada 2018  sebesar 5 kasus, dan pada 2019 sebanyak 4 kasus.

Dan, pada 2020 kasus terus melandai sebesar 0 kasus.

Kemudian, penyakit antraks paling banyak ditemukan di Gunungkidul dengan penularan pada 2019 sebanyak 5 kasus dan pada 2020 mengalami penurunan hanya ditemui 1 kasus.

Sedangkan, penyakit Brucellocis pada 2017 sebanyak 12 kasus, pada 2018 2 kasus, 2019 sebanyak 35 kasus. Untuk tahun 2020 masih dilakukan pendataan.

Baca juga: Sebanyak 49 Lurah di Kabupaten Bantul Dikukuhkan, Sri Sultan HB X Ingatkan Jangan Korupsi

Baca juga: LSP UMY Resmi Mendapatkan Lisensi BNSP

"Untuk meminimalisir terjadinya penularan kami terus memberikan vaksinasi, surveilans, dan pengawasan kepada peternak. Agar, mereka tetap waspada pada penyakit hewan tersebut," ujarnya. 

Ia menambahkan, peternak harus bisa memastikan kondisi kesehatan hewannya.

Jadi, pemberian vaksin atau vitamin tidak hanya dilakukan pada masa peralihan musim.

Namun, setiap harinya perawatan hewan ternak harus dijaga.

"Sehingga, jangan sampai muncul penyakit baru ditangani karena, kalau sudah terpapar sulit untuk diobati dan berpengaruh pada produktivitasnya," pubgkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved