Aliran Anak Sungai di Ngingas Lor Meluap, Rendam Taman Lampion Klaten Setinggi 15 Sentimeter
Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Klaten membuat Taman Lampion yang berada di Kampung Ngingas Lor
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Klaten membuat Taman Lampion yang berada di Kampung Ngingas Lor, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, terendam banjir setinggi sekitar 15 sentimeter.
Informasi yang dirangkum Tribun Jogja, banjir yang melanda Taman Lampion tersebut terjadi karena meluapnya aliran anak sungai yang melintasi Kampung Ngingas Lor, Kamis (10/12/2020).
Hinggai pukul 17.25 WIB, aliran anak sungai yang melintasi kampung tersebut terlihat masih meluap dan merendam area parkir serta sebagian lokasi bermain di taman tersebut.
Baca juga: Pegiat Sepeda di Kota Magelang Kritik Jalur Sepeda di Sisi Kanan, Sebut Kurang Aman
Baca juga: Sebanyak 49 Lurah di Kabupaten Bantul Dikukuhkan, Sri Sultan HB X Ingatkan Jangan Korupsi
Seorang warga sekitar, Aziz (35) mengaku jika aliran anak sungai tersebut mulai meluap pukul 15.00 karena derasnya hujan yang melanda wilayah itu.
Ia juga menduga aliran anak sungai itu meluap karena adanya penyumbatan aliran sungai sehingga air meluber ke area sekitar yang dilalui.
"Anak sungai ini mulai meluap sekitar pukul 15.00 WIB, kami duga luapan ini karena ada yang menumpuk di dalamnya," kata Aziz, pada awak media, Kamis (10/12/2020).
Ia mengatakan, aliran anak sungai tersebut pernah juga meluap sebelumnya saat hujan deras turun dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.
Baca juga: LSP UMY Resmi Mendapatkan Lisensi BNSP
Baca juga: Pelatih Anyar Bank BPD DIY Bima Perkasa Tak Terkendala Proses Adaptasi
Terpisah, Lurah Bareng Lor, Suleksi Ekawati saat dihubungi mengatakan jika luapan aliran anak sungai yang melalui Kampung Ngingas, RW 2 dan RW 6 tersebut antara talud dan jalan hampir sejajar dan jika curah hujan tinggi air menjadi tidak tertahan dan akhirnya meluap.
"Tergantung curah hujannya juga, karena aliran anak sungai yang meluap karena antara talud tanggul sungai dan jalan hampir sejajar atau rata, jadi untuk menahan derasnya aliran air sudah tidak mampu," ucapnya saat dihubungi.
Ia juga mengatakan jika, sejumlah warga juga memanfaatkan aliran sungai tersebut untuk memasang keramba ikan.
"Rencana ke depan akan kami lakukan normalisasi aliran sungai tersebut dan antisipasi ke warga untuk lebih tertib memanfaatkan sungai dalam hal ini pembuatan karamba," tandasnya. (Mur)