Breaking News:

Dinas Kebudayaan DIY Sosialisasikan Kajian Virtual Museum

Dalam rangka adaptasi kebiasaan baru, sebanyak 38 museum di bawah binaaan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Suasana Museum Sonobudoyo, kota Yogyakarta, yang menjadi salah satu museum binaan Dinas Kebudayaan DIY, pada Rabu (09/12/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka adaptasi kebiasaan baru, sebanyak 38 museum di bawah binaaan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan sosialisasi kajian virtual museum.

Kajian virtual museum merupakan penyajian perjalanan di museum yang memungkinkan masyarakat mengakses dari jarak jauh.

Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Wismarini mengatakan, pertunjukan museum vitual untuk menanggapi kondisi pandemi serta transformasi digital.

Baca juga: Abdul Halim Muslih - Joko Purnomo Klaim Kemenangan Sementara 57 Persen

Baca juga: Ganjar Pranowo Beri Piagam Tokoh Teladan Kejujuran Kepada Pemulung Asal Solo, Begini Ceritanya

"Dalam kajiannya, kami juga menggandeng badan musyawarah museum (Barahmus) untuk mempercepat sosialisasi. Diharapkan pada tahun depan semua museum sudah memiliki fasilitas virtual museum," jelasnya kepada Tribun Jogja, Selasa (08/12/2020).

Nantinya dalam menyajikan koleksi virtual, sambungnya, tetap akan menjujung tinggi nilai budaya.

Meskipun beralih ke media digital, kearifan lokal tetap diutamakan.

"Penggunaan media digital sebagai wadah agar bisa dinikmati masyarakat secara luas. Namun tetap dibarengi dengan peran penting museum sebagai wahana edukasi  sejarah maupun penelitian," ujarnya.

Baca juga: KPU Sleman Jemput Bola, Pasien Covid-19 Difasilitasi untuk Gunakan Hak Pilih di Pilkada

Baca juga: Calon Wakil Bupati Sleman Agus Choliq Sungkem pada Ibu Sebelum Nyoblos

Melalui virtual museum, masyarakat dapat memilih atau mengakses minat atau pilihan terkait koleksi museum mulai dari tema koleksi seni, pendidikan, budaya, maapun sejarah.

Dengan begitu, masyarakat akan merasa bebas mengeksplor sesuai yang dibutuhkannya.

"Diberikannya kebebasan saat virtual museum, agar tidak menghilangkan rasa berkunjung secara langsung ke museum. Di mana, pengunjung pun diberi kebebasan untuk memilih museum atau koleksi mana yang hendak dilihat," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved