Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

KPU Sleman Jemput Bola, Pasien Covid-19 Difasilitasi untuk Gunakan Hak Pilih di Pilkada

Pemerintah Kabupaten Sleman dan KPU berupaya agar semua warga yang memiliki hak pilih di Pilkada 2020 dapat menggunakannya

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
TPS Asrama Haji lakukan pencoblosan dengan protokol ketat 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman dan KPU berupaya agar semua warga yang memiliki hak pilih di Pilkada 2020 dapat menggunakannya, tak terkecuali bagi pasien Covid-19.

Di Sleman terdapat lokasi yang digunakan untuk isolasi bagi warga yang tak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, yakni di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menyatakan bahwa penghuni Asrama Haji berjumlah 76 orang, Rusunawa Gemawang berjumlah 37 orang, dan yang melakukan isolasi mandiri di rumah berjumlah lebih dari 700 orang.

"Yang isolasi mandiri sebanyak 700-an tapi tersebar di semua kalurahan. Paling banyak ada di Gamping, Depok dan Ngaglik," ujarnya saat ditemui di Asrama Haji, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Calon Wakil Bupati Sleman Agus Choliq Sungkem pada Ibu Sebelum Nyoblos

Baca juga: Hendak Benahi Antena TV, Seorang Pria di Kulon Progo Tersengat Listrik

Untuk di Asrama Haji dan Gemawang, teknis pencoblosannya difasilitasi oleh tenaga kesehatan (nakes) dengan mendirikan TPS di masing-masing lokasi tersebut.

Sedangkan bagi mereka yang isolasi mandiri di rumah akan difasilitasi oleh petugas PPS atau KPPS.

"Teknisnya petugas yang terdekat mendatangi rumahnya," imbuhnya.

Sementara bagi pasien yang bergejala berat dan dirawat di rumah sakit, Joko menilai bahwa seyogyanya pasien tersebut tidak mengikuti pencoblosan meski memiliki hak pilih. 

Hal itu mempertimbangkan kondisi pasien dengan segala keterbatasannya, misalnya tidak bisa bangun dari tempat tidurnya atau dan dibantu berbagai alat penunjang kesehatan lain.

"Yang bergejala berat atau kritis, kalau menurut saya diikhlaskan, tidak perlu dikejar untuk nyoblos. Karena bisa memberatkan si pasien dan mempengaruhi petugas," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved