Breaking News:

Tinggalkan Profesi Dosen, Wiwiek Banting Memilih Merajut Untuk Alasan Kemanusiaan

Dia adalah Wiwiek Ambarwati (63), seorang perajin sulam yang berdomisili di Perumahan Candi Gebang, Wedomartani, Sleman.

Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Wiwiek Ambarwati saat menunjukkan proses merajut, pada Selasa (08/12/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Benang warna-warni nampak dililitkan di sela-sela jari tuanya.

Seperti menunggu giliran, benang tersebut dikaitkan dengan dua jarum rajut hingga berbentuk pola.

Tangannya pun bergerak ke atas dan ke bawah sambil sesekali mengecek pola bunga yang ingin dibuatnya.

Dia adalah Wiwiek Ambarwati (63), seorang perajin sulam yang berdomisili di Perumahan Candi Gebang, Wedomartani, Sleman.

Menjadi seorang penyulam bukanlah pekerjaan awal yang digelutinya.

Dulu, ia merupakan seorang dosen jurusan Aristektur di salah satu Universitas Swasta di Yogyakarta. 

Baca juga: BBPOM Yogyakarta Gelar Forum Konsultasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Sekda Kota Magelang Imbau Pegawai Pemkot Tidak Pergi ke Luar Kota

Namun, adanya suatu kejadian yang membuat hatinya tergerak dan membawanya lebih menyelami dunia kerajinan sulam.

"Saya memang orang yang cinta dengan seni. Meskipun, saya tidak mengajar formal lagi. Namun, saya tetap bisa berbagi ilmu yang bermanfaat kepada orang lain dengan cara yang berbeda," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Selasa (08/12/2020).

Ia menambahkan, melepas jabatan menjadi seorang dosen dilakukannya saat adanya peristiwa Merapi
pada 2010 lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved