Breaking News:

Pilkada Kota Magelang

KPU Kota Magelang Lakukan Pendataan Pemilih yang Isolasi di Rumah Sakit dan di Rumah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mendata pemilih yang isolasi di rumah sakit maupun mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri

Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto, diwawancarai, Selasa (8/12/2020) usai acara pemusnahan surat suara yang rusak dan lebih di halaman Kantor KPU Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mendata pemilih yang isolasi di rumah sakit maupun mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat isolasi lainnya.

Prinsipnya, mereka akan tetap dilayani. Satu pendamping untuk satu pemilih disiapkan membantu mereka menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto, mengatakan, pihaknya masih mendata pemilih yang terpapar Covid-19.

Data ini masih terus berjalan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Magelang dan masing-masing rumah sakit sedang direkap oleh KPU Kota Magelang, termasuk mereka yang isolasi di rumah dan tempat isolasi lain yang disediakan pemerintah.

Baca juga: Satpol PP DIY Terjunkan 200 Personel Ke TPS untuk Tertibkan Prokes Saat Pilkada

Baca juga: Masih Temui Kendala, Museum di DI Yogyakarta Belum Terima Sertifikasi CHSE

"Jumlah pemilih yang Covid-19, data masih berjalan. Kita hari ini mendapatkan data dari Dinas Kesehatan dan masing-masing rumah sakit sedang kita rekap. Data dari Dinas Kesehatan, yang isolasi di rumah maupun di Hotel Borobudur ada sekitar 140 orang. Kemudian ada yang diisolasi di rumah sakit. Namun, jumlahnya belum kita rekap," ujarnya, Selasa (8/12/2020) di sela acara pemusnahan surat suara yang rusak dan lebih di halaman Kantor KPU Kota Magelang.

Basmar mengatakan, mereka akan dilayani jika memang ingin menggunakan hak pilihnya.

Tentunya dengan protokol kesehatan dan pemungutan suara tak dilakukan secara langsung dengan pasien atau warga yang isolasi.

Pendamping dari keluarga, saudara, atau perawat jika pasien di rumah sakit akan mewakili pemilih.

"Tergantung mereka akan menggunakan hak pilih atau tidak. Jika ingin menggunakan hak pilih, kita layani dengan protokol kesehatan. Untuk yang Covid, tak boleh bersentuhan langsung dengan siapapun. Tetapi hanya dengan perawat yang menangani, tetap memakai pendamping yang mewakili mereka," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved