Dekayu, Berawal dari Ide Manfaatkan Limbah Kayu
Berbekal semangat dan keinginan berwirausaha, Yaniar Fernanda mengawali bisnis kerajinan kayu sebagai usaha rintisan pada 2017.
Penulis: DNA | Editor: MGWR
Seperti sekarang, satu orang pegawai tengah melakukan pengecekan barang di warehouse Dekayu yang terletak di Jalan M. Supeno tak jauh dari toko offline.
Adapun offline store tersebut mulai dibuka pada 2019.
“Awalnya kami hanya melayani pembelian secara online. Namun, karena banyak pelanggan yang ingin memastikan produknya sesuai dengan pesanan, mereka kerap datang langsung,” ujar Ibu dua anak ini.
Nah, lanjut dia, akhirnya kami membuka toko tak jauh dari warehouse ini agar pelanggan merasa nyaman berbelanja.
Dekayu sendiri selalu menerapkan quality control untuk setiap produk yang dipesan sebelum kemudian dikemas dan dikirimkan ke pembeli.
Sementara itu, Kepala JNE Cabang Yogyakarta Adi Subagyo mengatakan, JNE telah siap merintis jalur darat sebagai alternatif moda transportasi selain jalur udara.
“Hal tersebut sekaligus untuk mengatasi adanya pandemi tak terduga seperti saat ini,” ujar Adi.
Dengan begitu, kata dia, pengiriman barang para pelanggan setia tetap selamat sampai tujuan dengan tepat waktu. Bahkan, ketika seluruh bandara sempat tutup di masa awal pandemi, jadwal pengiriman tidak berpengaruh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wawancara-dengan-owner-dekayu.jpg)