Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi saat hasil pengukuran tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Rina Eviana
- Hilangnya konsentrasi.
- Napas yang terlalu cepat.
- Depresi.
- Kulit memucat dan lembab.
- Kelelahan
Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami darah rendah juga turut meningkat.
Hal ini karena peredaran darah ke otak dan otot jantung berkurang.
Bila Anda mengalami ciri-ciri darah rendah, Anda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini:
- Jangan berdiri secara mendadak dari tempat tidur, duduklah terlebih dahulu sebelum berdiri.
- Jangan menunduk atau mengganti postur tubuh secara mendadak.
- Berdiri secara perlahan seusai duduk.
Baca juga: Berapa Kadar Kolesterol Normal dalam Darah? Berikut Gejala Kolesterol Tinggi dan Tips Menurunkannya
- Jangan berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama.
- Tingkatkan konsumsi air.
- Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi dalam frekuensi yang banyak.
- Berbaring atau duduk seusai makan.
- Konsumsi alkohol secukupnya.
- Hindari mengonsumsi kafein di malam hari.
- Berbaring dan naikkan kepala sekitar 15 centimeter dari tempat tidur, Anda bisa menggunakan bantal ataupun benda lain untuk mengganjal kepala Anda.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengukuran-tekanan-darah-tinggi.jpg)