Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi saat hasil pengukuran tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com- Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi saat hasil pengukuran tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
Risiko tekanan darah rendah meningkat seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini bisa disebabkan aliran darah ke otot jantung dan otak menurun seiring tambahnya usia.
Selain itu, tekanan darah rendah juga bisa disebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.
Di bawah ini adalah beberapa penyebab dari munculnya gejala darah rendah:
- Penurunan volume darah dalam tubuh, contohnya karena pendarahan.
- Masalah pada jantung atau pembuluh darah.
- Berdiri terlalu lama.
- Tidur atau berbaring jangka waktu yang panjang, seperti karena bedrest, dan sebagainya.
- Infeksi parah akibat sepsis.
- Dampak dari diabetes.
- Kekurangan vitamin B-12.
- Efek dari alkohol.
- Mengalami suatu emosi yang intens.
- Suhu tubuh yang terlalu tinggi atau rendah.
- Mengonsumsi terlalu banyak makanan.
- Dalam masa kehamilan, umumnya pada 24 minggu pertama dari kehamilan.
- Masalah pada hormon endokrin, misalnya hipotiroid.
- Reaksi alergi (anaphylaxis).
Baca juga: Apakah Karbohidrat dan Makanan Manis Dilarang? Ini Fakta-fakta Diabetes yang Perlu Diketahui
- Dehidrasi parah.
- Konsumsi obat tekanan darah tinggi secara berlebih.
- Obat-obatan tertentu, berupa diuretik, dan lainnya.
Hipotensi atau tekanan darah rendah sering kali terjadi tanpa menimbulkan gejala.
Meski begitu, ada beberapa hal yang dapat menjadi tanda bahwa Anda sedang mengalami tekanan darah rendah, seperti:
- Kepala terasa ringan atau sering merasa pusing.
- Muncul perasaan mual.
- Pandangan mata kabur.
- Sering merasa lemas.
- Kebingungan.
- Hilang kesadaran diri.
- Hilangnya konsentrasi.
- Napas yang terlalu cepat.
- Depresi.
- Kulit memucat dan lembab.
- Kelelahan
Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami darah rendah juga turut meningkat.
Hal ini karena peredaran darah ke otak dan otot jantung berkurang.
Bila Anda mengalami ciri-ciri darah rendah, Anda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini:
- Jangan berdiri secara mendadak dari tempat tidur, duduklah terlebih dahulu sebelum berdiri.
- Jangan menunduk atau mengganti postur tubuh secara mendadak.
- Berdiri secara perlahan seusai duduk.
Baca juga: Berapa Kadar Kolesterol Normal dalam Darah? Berikut Gejala Kolesterol Tinggi dan Tips Menurunkannya
- Jangan berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama.
- Tingkatkan konsumsi air.
- Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi dalam frekuensi yang banyak.
- Berbaring atau duduk seusai makan.
- Konsumsi alkohol secukupnya.
- Hindari mengonsumsi kafein di malam hari.
- Berbaring dan naikkan kepala sekitar 15 centimeter dari tempat tidur, Anda bisa menggunakan bantal ataupun benda lain untuk mengganjal kepala Anda.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengukuran-tekanan-darah-tinggi.jpg)