Gunungkidul

Petani di Semanu Raup Untung Puluhan Juta dari Budidaya Bawang Merah

Meski baru pertama kalinya, petani bawang merah di Pacarejo tersebut diproyeksikan mampu mendulang keuntungan besar.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi DPP Gunungkidul
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto saat menghadiri panen perdana bawang merah di Pacarejo, Semanu beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP)  Gunungkidul beberapa waktu lalu menghadiri kegiatan panen bawang merah di Kalurahan Pacarejo, Semanu.

Panen ini pun menjadi yang perdana bagi para petani di sana.

Kabid Pangan DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono menyampaikan terdapat lahan seluas 2 ribu meter persegi yang dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah.

"Lahan tersebut dikelola oleh dua petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sido Mulya," kata Raharjo memberikan keterangannya pada Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Angkat Produk Lokal, Disperindag Gunungkidul Akan Luncurkan Gerbang Pak Probo

Ia mengatakan bawang merah yang dibudidayakan merupakan jenis Thailand Nganjuk.

Proses penanaman sendiri berlangsung selama 60 hari atau sekitar 2 bulan.

Meski baru pertama kalinya, petani bawang merah di Pacarejo tersebut diproyeksikan mampu mendulang keuntungan besar.

Pasalnya, harga bawang merah jenis tersebut di pasaran mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

"Hasil bawang merah para petani ini telah dibeli secara borongan dengan harga mencapai Rp 56 juta," ungkap Raharjo.

Menurutnya, pembeli borongan tersebut adalah pedagang pengepul bawang merah asal Bantul.

Hasil panen secara keseluruhan diperkirakan bisa mencapai lebih dari 2 ton di lahan seluas 2 ribu meter persegi tersebut.

Terpisah, Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan budidaya bawang merah ini merupakan inisiatif mandiri dari petani di Pacarejo.

Baca juga: Potensi Penyakit Hewan Ternak Saat Penghujan, DPP Gunungkidul Keluarkan Imbauan

Ia pun mengapresiasi hal tersebut.

"Mereka bisa melihat keuntungan yang tinggi dari tanaman holtikultura seperti bawang merah ini," katanya.

Proyeksi keuntungan tinggi juga didasarkan pada perbandingan biaya produksi yang dikeluarkan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved