Pilkada Sleman 2020

Bawaslu dan Satpol PP Sleman Tertibkan 1.136 Alat Peraga Kampanye

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye

IST
Bawaslu Sleman dan Satpol PP Sleman melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) milik tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman yang melanggar, Selasa (24/11/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

Penertiban APK milik pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman tersebut sudah ditertibkan sejak 17 November 2020 lalu. 

Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sleman, Sutoto Jatmiko mengungkapkan hingga Senin (24/11/2020) kemarin ada 1.136 APK yang ditertibkan. 

Sebanyak 111 berbentuk baliho, 27 APK berbentuk spanduk, sedangkan APK berbentuk umbul-umbul atau rontek melanggar sejumlah 998. 

Jika dirinci lebih lanjut, tiga paslon bupati dan wakil bupati Sleman melakukan pelanggaran APK.

Dalam penertiban APK tersebut tercatat ada 243 APK milik paslon nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya dan Agus Choliq. 

Baca juga: 14 Perwira Tinggi Polisi Jadi Kandidat Kapolri Baru, Siapa yang Akan Dipilih Presiden Jokowi?

Baca juga: Penambahan Nakes, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Prioritaskan 3 RS Utama

Baca juga: Bank BPD DIY dan Universitas Negeri Yogyakarta Sepakat dan Berkomitmen Memperkuat Kerjasama

Sementara APK melanggar milik paslon nomor urut 2, Sri Muslimatun dan Amin Purnama tercatat ada 339.

Sedangkan APK melanggar milik paslon nomor tiga, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa tercatat ada 530. 

"Sampai kemarin sudah ada 1.136 APK yang ditertibkan. Ditertibkan karena pemasangan APK tidak pada tempatnya. Ada yang dipasang do pohon, tiang listrik, tiang telepon, bahu jalan, dan lain-lain,"katanya, Selasa (24/11/2020).

Ia menerangkan pihaknya tidak serta-merta melakukan penertiban. Sebelumnya, pihaknya sudah mengimbau Paslon untuk melakukan penertiban secara mandiri. 

"Sebelum penertiban, Bawaslu Sleman sudah memberikan rekomendasi ke KPU Sleman untuk diteruskan kepada paslon agar menertibkan sendiri APK yang melanggar,"terangnya.

Alat peraga kampanye yang telah ditertibkan kemudian diamankan oleh Satpol PP Sleman.

Tiga paslon bupati dan wakil bupati Sleman dapat mengambil APK tersebut jika ingin dipasang sesuai tempat yang diizinkan. 

Baca juga: Cerita Jejak-jejak Binatang di Jalur Evakuasi Gunung Merapi Terungkap

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Tunggu Keputusan Wali Kota Terkait Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Begini Tanggapan Warga Saat Musyawarah Ganti Rugi Tanah Jalan Tol Yogya-Solo di Klaten

Namun, jika APK tersebut tidak diambil, maka Satpol PP Sleman berhak untuk memusnahkan.

"Bisa diambil ke Satpol PP Sleman kalau mau dipasang lagi sesuai aturan. Kalau tidak nanti dimusnahkan,"ujarnya. 

Sementara itu, Plt Satpol PP Sleman, Susmiarto menambahkan ada 50 personil yang diterjunkan untuk membantu Bawaslu Sleman menertibkan APK. Personil tersebut dibagi menjadi dua tim.

"Kami juga dibantu dengan Linmas, Kesbangbol, dan lain-lain. Kami siap membantu Bawaslu, karena diamanatkan dalam peraturan Bupati,"tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved