Berita Kesehatan

Penelitian Terbaru : Makan Sebutir Telur Per Hari Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa makan hanya satu butir telur setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 60 persen

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Amarita via kompas.com
Ilustrasi telur rebus 

TRIBUNJOGJA.COM - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa makan hanya satu butir telur setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 60 persen.

Peneliti Australia yang mempelajari sampel 8.545 orang dewasa di China menemukan korelasi positif antara konsumsi telur yang lebih tinggi dan kadar gula darah yang tinggi.

Temuan ini cukup mengkhawatirkan mengingat telur yang kerap dipromosikan sebagai 'makanan cepat saji yang sehat' di Inggris, ternyata telah terbukti menjadi teka-teki utama bagi para peneliti diabetes.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa makan telur sebenarnya dapat mencegah diabetes.

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes ((simpson33))

Penelitian baru ini menunjukkan bahwa konsumsi telur secara teratur setiap hari - baik direbus atau digoreng - membuat Anda lebih rentan terhadap kondisi tersebut, yang terjadi ketika gula darah seseorang terlalu tinggi.

"Pola asupan makan adalah faktor yang dapat dimodifikasi yang berkontribusi pada permulaan diabetes tipe 2, jadi memahami berbagai faktor makanan yang mungkin memengaruhi peningkatan prevalensi penyakit itu penting," kata penulis studi Dr Ming Li di University of South Australia.

"Sementara hubungan antara makan telur dan diabetes sering diperdebatkan, penelitian ini bertujuan untuk menilai konsumsi telur jangka panjang masyarakat dan risiko terkena diabetes," tambahnya.

Baca juga: Perbedaan Gejala Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2 yang Perlu Anda Ketahui

Studi tersebut secara khusus berfokus pada orang-orang di China, yang telah mengalami transisi dari pola makan tradisional yang terdiri dari biji-bijian dan sayuran, ke pola makan yang lebih diproses yang mencakup lebih banyak daging, makanan ringan, dan telur.

Dari 1991 hingga 2009, jumlah orang yang makan telur di China hampir dua kali lipat - dari 16 gram pada 1991-93, menjadi 26 gram pada 2000-04 dan 31 gram pada 2009.

Diabetes bertanggung jawab atas setidaknya $ 760 miliar dalam pengeluaran kesehatan pada 2019 - 10 persen dari total pengeluaran global untuk perawatan kesehatan.

Baca juga: Makin Banyak Anak Muda di China Terkena Diabetes, Ini Penyebabnya

Sementara di China, biaya terkait diabetes telah melebihi $ 109 miliar.

Untuk penelitian tersebut, Dr Li dan timnya menganalisis data pada 8.545 orang dewasa yang menghadiri Survei Kesehatan dan Gizi China dari tahun 1991 hingga 2009.

China Health and Nutrition Survey adalah survei berkelanjutan yang didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CCDC) pemerintah AS yang bertujuan untuk memeriksa dampak kebijakan kesehatan dan gizi di China.

Baca juga: 5 Kesalahan Sepele yang Tanpa Sadar Bisa Meningkatkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Kebiasaan konsumsi telur para partisipan dicatat, sementara diabetes didiagnosis berdasarkan tes gula darah puasa pada 2009.

Konsumsi telur jangka panjang yang tinggi - lebih dari 38 gram per hari - meningkatkan risiko diabetes di antara orang dewasa China sekitar 25 persen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved