Berita Kesehatan

Penelitian Terbaru : Makan Sebutir Telur Per Hari Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa makan hanya satu butir telur setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 60 persen

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Amarita via kompas.com
Ilustrasi telur rebus 

Tetapi orang dewasa yang makan lebih dari 50 gram, atau setara dengan sebutir telur, per hari memiliki peningkatan risiko diabetes hingga 60 persen.

Hubungannya juga lebih terlihat pada wanita dibandingkan pria, menunjukkan wanita lebih berisiko terkena diabetes jika mereka secara teratur makan telur.

Dr Li mengatakan lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat - apakah mereka dapat membuktikan makan telur adalah penyebab diabetes.

Baca juga: Cara Mengetahui Kadar Gula Darah, Apakah Anda Berisiko Diabetes?

"Untuk mengalahkan diabetes, diperlukan pendekatan multi-segi yang tidak hanya mencakup penelitian, tetapi juga seperangkat pedoman yang jelas untuk membantu menginformasikan dan membimbing masyarakat," katanya.

"Studi ini adalah satu langkah menuju tujuan jangka panjang itu," tambahnya.

Tahun lalu, para peneliti di Finlandia menemukan kebalikannya - bahwa makan satu telur sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Dengan mengambil sample laki-laki, mereka menemukan bahwa partisipan yang makan telur setiap hari memiliki profil lipid tertentu dalam darah mereka yang umum terjadi pada pria yang tidak pernah mengembangkan penyakit tersebut.

Baca juga: 6 Alternatif Pemanis Pengganti Gula Bagi Penderita Diabetes untuk Hindari Lonjakan Gula Darah

Namun, penulis dari University of East Finland mengakui bahwa hubungan antara kedua faktor tersebut masih belum jelas.

Pada 2015, para peneliti dari universitas yang sama menemukan bahwa konsumsi telur dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah serta kadar glukosa darah yang lebih rendah.

Pria yang makan sekitar empat telur per minggu memiliki risiko 37 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan pria yang hanya makan sekitar satu telur per minggu.

Jyrki Virtanen, asisten profesor epidemiologi nutrisi, University of Eastern Finland, mengatakan hanya ada sedikit bukti ilmiah sebelumnya tentang telur dan risiko diabetes.

"Tidak ada data eksperimental yang tersedia tentang efek konsumsi telur pada kejadian diabetes tipe 2," katanya.

Namun, masih ada kemungkinan konsumsi telur yang berlebihan meningkatkan risiko diabetes bagi orang yang tidak memilikinya.

Telur mengandung 187mg kolesterol, dan pedoman resmi merekomendasikan bahwa penderita diabetes membatasi batas kolesterol harian mereka pada 200mg.

Telur juga tinggi protein - sekitar tujuh gram per telur - yang diubah tubuh kita menjadi glukosa jika kita mengkonsumsinya terlalu banyak.

American Diabetes Association, sementara itu, menganjurkan agar orang yang sudah mengidap diabetes mengonsumsi telur.

Setiap telur mengandung sekitar 0,5 gram karbohidrat, yang secara teori menjaga gula darah tetap terkendali. (*/Mail Online)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved