Breaking News:

Kesehatan

Mahasiswa UNY Kembangkan Obat Luka Bakar dari Daun Salam, Efektif Obati Luka Bakar Derajat I dan II

Mahasiswa UNY Kembangkan Obat Luka Bakar dari Daun Salam, Mampu Obati Luka Bakar Derajat I dan II

Istimewa
Mahasiswa FMIPA UNY yang meneliti obat luka bakar dari daun salam, dari kiri ke kanan: Ariftania Madrin, Benedicta Ivana Gamellia, serta Derifasay Salsabilla. 

“Daun salam dapat diolah menjadi sediaan dalam bentuk krim. Penggunaan krim sangat mudah dan praktis sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan selain mengonsumsi obat oral,” ungkap Ivana.

Ia menjelaskan, penelitiannya dan teman-teman ini sempat mendapat pendanaan dari ajang pekan kreativitas mahasiswa (PKM) 2020. Namun, belum sampai pada tahap Pimnas. 

"Untuk produk itu belum terbuat karena berdasarkan aturan PKM yang diperbarui mengingat wabah Covid-19 kami tidak diperkenankan membuat produk berbeda dengan tahun sebelumnya," ungkap Ivana. 

Adapun yang sudah dilakukan Ivana dan tim setelah mendapat pendanaan adalah berupa kajian literatur ilmiah dan publikasi dalam seminar internasional ICRIEMS yang diadakan UNY pada September lalu. 

Ariftania Madrin menambahkan, krim daun salam ini digunakan untuk penyembuhan anti-inflamasi berupa luka bakar ringan seperti luka bakar derajat I dan II. 

Luka bakar derajat I yaitu kerusakan jaringan terbatas pada lapisan epidermis (superfisial).

Ciri luka bakar ini yaitu adanya sedikit edema, kulit mengalami hiperemik berupa eritema, tanpa ditemukan adanya bula, dan efek rasa nyeri akibat iritasi ujung saraf sensoris. 

Sedangkan luka bakar derajat II kerusakan terjadi pada seluruh lapisan epidermis dan sebagian lapisan dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi.

Dijumpai pula pembentukan luka, dan nyeri karena pada ujung saraf sensorik mengalami iritasi. Dasar luka berwarna kemerah hingga pucat. 

“Waktu penyembuhan spontan yang diperlukan sekitar 10-14 hari,” katanya.

Derifasay Salsabilla menjelaskan, bahan yang digunakan dalam pembuatan salep dari daun salam ini adalah adeps lanea, aquades, asam stearat, daun salam kering, etanol 95 persen, eter, HCL 37 persen, nipagin, nipasol, paraffin liquidum, triethanolamine, dan virgin coconut oil. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved