Update Covid Kota Yogyakarta
Doa Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Semoga Sebaran Covid-19 di Warung Bakmi Tak Meluas
Terapkan Prokes Dengan Baik, Sebaran Covid-19 di Warung Bakmi di Kota Yogya Diharapkan Tidak Meluas
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerapan protokol kesehatan di sebuah warung bakmi yang menjadi titik sebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta dianggap sudah sesuai prosedur. Sehingga, penularan virus corona diharapkan tidak semakin meluas.
Camat Gondomanan, Budi Santosa mengatakan, berdasar hasil pantauan rutin yang dilakukan pihaknya setiap Rabu dan Sabtu malam, warung bakmi tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan sesuai anjurannya.
"Standarnya sudah, ada tempat cuci tangan dan sediakan handsanitizer. Kita di kecamatan kan melakukan pantauan rutin, kita keliling dua kali sepekan, pakai pengeras suara juga," terangnya, Kamis (19/11/20).
Mengenai kerumunan di warung, Budi berujar, selama ini kondisinya masih cukup terkendali, di mana pemilik usaha pun telah melebarkan area makannya.
Apalagi, ia menilai, sejak pandemi Covid-19 melanda, jumlah pelanggan di warung itu tidak seramai dulu lagi.
"Ya, selama pandemi kondisinya tidak seperti dulu. Tetap laris, tapi kerumunannya berkurang lah, tidak seperti dulu. Kita terus memantau itu," ujarnya.
Baca juga: Ini Pesan Doni Monardo Kepada Para Pengungsi Merapi di Klaten, Ingatkan Penerapan Protokol Covid-19
Baca juga: Update Covid-19 di Kulon Progo Kamis 19 November, Total Klaster Disdukcapil Capai 39 Orang
Baca juga: Patuhi 3M Agar Tak Kena Operasi Yustisi di Magelang, Area Perkantoran dan Pemerintahan Jadi Sasaran.
"Namun, sekarang memang kita sarankan tutup dulu, sampai tracingnya selesai. Kebetulan, yang punya warung responsif juga," tambah Camat Gondomanan.
Lebih lanjut, Budi menyatakan, sejauh ini tempat usaha yang ada di wilayahnya masih terkondisi dengan baik, serta tertib menerapkan prokes.
Tetapi, objek wisata sarat pengunjung seperti titik nol kilometer, atau Alun-alun Utara, masih seringkali dijumpai kerumunan.
"Kerumunan itu sering terjadi di titik nol, pas malam Minggu terutama, di Alun-alun (utara) juga demikian.
Tapi, kita terus pantau bersama-sama dengan tim tingkat Kota, maupun jajaran Polresta ya," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Penularan Covid-19 di lingkungan tempat usaha kembali muncul di Kota Yogyakarta.
Teranyar, pemilik warung bakmi di Kota Yogyakarta terpapar virus corona, sekaligus menyebar pada beberapa anggota keluarga dan pegawai warungnya.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sang pemilik warung diketahui positif corona pada 7 November silam.
Sejak hari itu juga, warung yang juga menjajakan nasi goreng dan lain-lain tersebut, langsung ditutup sementara.