Breaking News:

Berita Kesehatan

Daftar Obat dan Produk Herbal Pendamping Pengobatan Pasien Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memberikan izin edar darurat Favipiravir dengan nama dagang Avigan Favipiravir oleh Kimia Farma

ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
Laboratorium Novavax di Gaithersburg, Maryland, salah satu laboratorium yang mengembangkan vaksin untuk virus corona 

Tribunjogja.com JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin edar darurat atau emergency use authorization (EUA) kepada dua obat yang bisa digunakan untuk pasien corona.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan dua obat tersebut adalah Favipiravir dan Remdesivir.

Menurutnya hasil uji klinik dua obat itu telah dipublikasikan secara internasional.

"Dua obat ini sudah mendapatkan hasil uji klinik yang telah dipublikasikan secara internasional."

"Sudah mendapatkan data yang cukup yang dipercaya dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasien Covid-19," ujar Penny, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Penny menjelaskan Favipiravir adalah obat dalam bentuk tablet.

Obat tersebut diberikan untuk pasien bergejala ringan hingga sedang atau usia 18 tahun lebih.

"Sedangkan Remdesivir bentuknya serbuk injeksi."

"Remdesivir diberikan untuk pasien gejala berat yang dirawat di rumah sakit," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Penny mengatakan BPOM juga sudah memberikan persetujuan EUA untuk tujuh industri farmasi terkait obat Favipiravir dan Remdesivir.

Baca juga: 40 Karyawan Perusahaan Telemarketing di Sleman Positif COVID-19

Halaman
123
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved