Sejumlah Pedagang Pasar Gede Klaten Mulai Kosongkan Kios

Sejumlah pedagang di Pasar Tiga Lantai atau yang biasa disebut Pasar Gede Klaten mulai mengosongkan kios-kios yang mereka huni, Selasa (17/11/2020).

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Almurfi Syofyan
Salah seorang pedagang mulai mengosongkan kios baju miliknya yang berada di Pasar Tiga Lantai Klaten, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah pedagang di Pasar Tiga Lantai atau yang biasa disebut Pasar Gede Klaten mulai mengosongkan kios-kios yang mereka huni, Selasa (17/11/2020).

Pedagang tersebut mengosongkan kios-kios milik mereka guna pindah ke Pasar Darurat yang berada di Jalan Kopral Sayom, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.

Pantauan Tribun Jogja di Pasar Tiga Lantai tersebut sekitar pukul 14.00, sejumlah pedagang tampak sibuk mengemas barang dagangan yang berada di kios-kios miliknya.

Di lantai tiga pasar itu, sebagian besar kios atau lapak pedagang tampak sudah mulai kosong.

Baca juga: Pondok Pesantren di Piyungan Bantul : 83 Santri Reaktif, 2 Orang Diketahui Positif Covid-19

Baca juga: Terimbas Pandemi, Lembaga Pelatihan Kerja di Kota Yogyakarta Belum Beroperasi Optimal

Baca juga: Banyak Santri Positif Covid-19, Pemkab Bantul Tunda Pelaksanaan STQ 

Dari sekitar 25 pedagang yang berjualan di lantai tiga itu, hanya sebagian kecil yang masih bertahan.

"Sudah banyak yang ngangsur untuk pindah, kalau saya masih belum. Nyiapin kios disana dulu biar pindahannya nggak ribet," ucap salah seorang pedagang soto di lantai tiga pasar tersebut, Maendari, saat ditemui Selasa (17/11/2020).

Ia mengatakan, sebagian pedagang sudah mulai pindah di lantai tiga tersebut sejak dua hari terakhir.

Hal itu, mengikuti instruksi yang tertuang dalam surat edaran dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten yang meminta kios di pasar itu mulai dikosongkan sejak Senin (16/11/2020) hingga Minggu (22/11/2020) mendatang.

"Disini ada sekitar 25 pedagang, sebagian sudah mulai pindah. Sebagian masih bertahan termasuk saya. Saya pindah mungkin akhir pekan nanti," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang pakaian Maryati, yang berjualan di lantai dua pasar itu memilih untuk masih berjualan sembari mengangsur pindahan barang dagangannya.

Baca juga: Wali Kota Yogyakarta Minta Satgas KTR Memikirkan Jumlah Tempat Khusus Merokok di Malioboro 

Baca juga: BPBD DIY Waspadai Tiga Fenomena Alam yang terjadi di Yogyakarta

Baca juga: KpW BI DIY : Aplikasi SIAP untuk Menghindari Tindak Kejahatan dan Menggeliatkan Pariwisata di DIY

"Barang dagangan saya sebagian sudah ada yang dipindah, sembari menunggu pindah semuanya saya tetap berjualan. Soalnya kemarin langganan ada yang mau belanja hari ini," kata dia.

Sekadar informasi, Pasar Tiga Lantai diketahui sudah berusia sekitar 25 tahun dan akan direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Pembangunan menggunakan anggaran sebesar Rp30 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah Kabupaten Klaten melalui, Disdagkop dan UKM Klaten telah membangun Pasar darurat guna menampung seluruh pedagang yang biasa berjualan di Pasar Tiga Lantai atau yang biasa disebut dengan Pasar Gede Kabupaten Klaten. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved