Breaking News:

BPBD DIY Waspadai Tiga Fenomena Alam yang terjadi di Yogyakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) waspadai tiga hal penting terkait fenomena alam saat ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY, Danang Samsurizal 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) waspadai tiga hal penting terkait fenomena alam saat ini.

Selain fokus terhadap dampak akibat adanya fenomena La Nina, BPBD DIY juga antisipasi adanya cuaca ekstrem yakni hujan dengan intensitas tinggi yang dapat berakibat tejadi banjir bandang dan tanah longsor.

Namun demikian, prioritas yang juga tidak bisa dianggap remeh yakni adanya peningkatan status siaga Gunung Merapi pada 5 November lalu.

"Jadi kalau ancaman yang biasa terjadi setiap tahunnya itu kan cuaca ekstrem, pancaroba, dan ini La Nina. Tapi kalau La Nina ini kan bisa diprediksi sebelumnya, kata Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) DIY Danang Samsurizal, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: KpW BI DIY : Aplikasi SIAP untuk Menghindari Tindak Kejahatan dan Menggeliatkan Pariwisata di DIY

Baca juga: KpW BI DIY Luncurkan Aplikasi SIPUL OPUK, Mudahkan Masyarakat Tukarkan Uang Lusuh dan Receh

Baca juga: KPU Kota Magelang Fasilitasi Pemungutan Suara untuk Warga Binaan Lapas

Ia menambahkan, persiapan dan koordinasi antar instansi telah disiapkan.

Mulai dari pantauan cuaca dan pantauan aktivitas Merapi bukan menjadi hal baru untuk saat ini.

"Koordinasi tetap ya. Termasuk sarana, alat dan SOP sudah kami siapkan," tegas dia.

Meski dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat tak ingin menganggap remeh adanya banjir lahar dingin saat curah hujan tinggi, namun demikian Danang menilai banjir lahar dingin cenderung cukup aman.

Hal itu lantaran menurutnya material Merapi yang di atas sudah secara bertahap berkurang. 

Baca juga: Pemerintah Pusat Janjikan Pengangkatan 1 Juta Guru Honorer, Ini Tanggapan PGRI Kota Yogyakarta 

Baca juga: Peringatan Cuaca BMKG : Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan Angin di Sejumlah Wilayah Besok Rabu

Baca juga: Tingkatkan Semangat Kinerja UP2D, PLN Resmikan Renovasi Gedung Dispatcher

"Tapi ya tetap ada, hanya saja radiusnya kecil ketika ada terjadi banjir lahar. Karena material yang di atas sudah dikeruk. Dan banjir lahar saya kira aman," ungkapnya.

Persiapan lainnya, Danang telah memastikan penguatan sesnsor peringatan dini berupa EWS, dan CCTV di tiap-tiap sungai telah maksimal.

"Termasuk persiapan Tagana dan lain-lain. Kalau CCTV itu hampir semua sungai besar di DIY sudah ada," tutupnya. (hda) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved