Status Siaga Gunung Merapi

Tas Siaga Bencana, Tas Cepak yang Harus Dimiliki Warga untuk Antisipasi Merapi

Tas itu diletakkan di sisi tempat tidur dan siap dibawa kapan saja jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat dan mengharuskan warga mengungsi.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Halimah (22), warga Dusun Gowok Sabrang, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dengan Tas Siaga Bencana yang selalu siap sedia kapan saja, Kamis (12/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Warga di kawasan rawan bencana Merapi selalu memiliki satu tas ini.

Satu tas ini lengkap terisi dengan berbagai dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga sampai sertifikat tanah. 

Ada juga beberapa baju ganti, peralatan mandi dan makanan ringan.

Tas itu diletakkan di sisi tempat tidur dan siap dibawa kapan saja jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat dan mengharuskan warga mengungsi ke tempat aman.

Tas Siaga Bencana, sebutannya. 

Baca juga: BNPB Pastikan Kesiapan Mitigasi Merapi Berjalan Optimal

Semua warga punya.

Tak urung Halimah (22), warga Dusun Gowok Sabrang, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Tempat tinggalnya memang berada di KRB III Gunung Merapi.

Desanya letaknya paling tinggi dan berjarak enam kilometer dari puncak

Oleh karena itu, Tas Siaga Bencana ini menjadi barang yang wajib ia bawa ketika harus mengevakuasi diri ke tempat yang aman.

Tas sederhana itu selalu ia siapkan di sisi tempat tidur.

Berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu darurat, ia dapat langsung pergi menyelamatkan diri.

"Saya selalu menyiapkan tas siaga ini untuk antisipasi Erupsi Gunung Merapi. Tas ini dibawa ketika sewaktu-waktu terjadi erupsi, tidak perlu packing dulu. Diletakkan di kamar, sehingga sewaktu-waktu terjadi bisa diambil dan berangkat," tuturnya, Kamis (12/11/2020) ditemui di kediamannya, di Dusun Gowok Sabrang, Desa Sengi, Dukun, Magelang.

Halimah meletakkan ijazah sekolahnya, surat nikah, sertifikat, kartu keluarga ke dalam map merah.

Baca juga: Dua Skenario Kemungkinan Erupsi Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta

Di covernya ditulisi namanya, Halimah.

Beberapa stel baju ganti juga ia masukkan ke dalam tas ransel berwarna biru.

Hingga peralatan mandi dan bahkan makanan ringan.

"Yang disiapkan surat-surat penting, makanan ringan, sabun dan baju ganti. Semua dimasukkan ke dalam tas.  Beberapa baju ganti juga dibawa. Sampai sabun untuk mandi dan makanan ringan. Semua muat dalam satu tas," ujarnya.

Ketika kondisi darurat terjadi, Halimah hanya tinggal membawa tas siaga tersebut dan berpindah ke tempat yang lebih aman.

Tasnya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.

Biasanya di sisi tempat tidurnya.

Ia bercerita jika warga di dusunnya belum akan mengungsi.

Warga melihat situasi masih aman dan beraktivitas normal, walaupun dusunnya berjarak enam kilometer dari puncak.

Baca juga: Lewat Program Titip Bandaku, Dokumen Vital Warga Lereng Merapi Dijadikan Arsip Digital 

Namun, jika sewaktu-waktu diminta mengungsi, seluruh warga sudah siap.

Desa penyangga di Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan siap menampung.

"Warga di dusun sini, belum akan mengungsi. Karena di sini masih aman, masih radius 6 kilometer. Warga beraktivitas seperti biasa. Namun kita selalu waspada dan selalu mengikuti petunjuk dari BPBD," katanya.

Kepala Dusun Gowok Sabrang, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Timbul Fathoni, mengatakan, tas siaga ini memang selalu disiapkan oleh warga di dusunnya.

Tas siaga berisi surat-surat berharga dan surat-surat penting.

"Bahkan paling nggak ada satu dua persiapan baju dan makanan cadangan. Itu untuk persiapan, apabila kita diharuskan mengungsi, tapi disaat ngungsi pun tidak serta merta langsung pindah dari sini misalnya jam 6 (magrib) kok kita suruh ngungsi kesana, belum sempat makan malam dan disana belum tentu jam 11 malam, ada persiapan makan. Kemungkinan ada persiapan makan, baru esok paginya, itu untuk antisipasi kita seperti itu," ujarnya.

Dengan tas ini, warga tidak lagi merasa khawatir akan surat-surat berharganya jika situasi darurat terjadi.

Mereka selalu siap dengan tas siaga bencana.

Baca juga: Jalur Evakuasi Gunung Merapi di Wilayah Klaten Disterilkan dari Angkutan Tambang

"Misalnya ada sesuatu, saya juga tas tinggal bawa, untuk segala sesuatunya," katanya.

Timbul mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai persiapan penanggulangan bencana Merapi.

Satgas dusun dibentuk terdiri dari beberapa sektor.

Desa bersaudara juga telah dihubungi.

Desa penyangga dari Dusun Gowok Sabrang adalah Desa Tirtosari di Kecamatan Sawangan.

"Alhamdulillah kita sudah ada. Mou perjanjian sister village dengan Tirtosari. Insya Allah kami bukan ngungsi, tapi tilik sedulur di Tirtosari. Untuk persiapan segala sesuatunya, kami telah membuat satgas dusun terdiri dari berbagai sektor. Yang Insya Allah besok apabila terjadi apa-apa kita Insya Allah sudah siap," ujarnya.

"Gowok Sabrang telah komitmen taat pada BPBD. Apabila BPBD itu menyatakan kita harus ngungsi, kami akan siap ngungsi. Warga juga selalu siaga terhadap segala sesuatunya," tambah Timbul. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved