Berita Kesehatan
Membahayakan, Ini Bahan Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat Anda Minum Obat
Sejumlah bahan makanan dapat berinteraksi secara negatif jika dimakan bersamaan saat Anda meminum obat
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah bahan makanan dapat berinteraksi secara negatif jika dimakan bersamaan saat Anda meminum obat. Nahasnya, tidak banyak yang menyadari akan potensi yang membahayakan kesehatan tersebut.
Nah, berikut ini adalah interaksi obat dan makanan yang sebaiknya Anda hindari ;
1. Makanan kaya kalsium dan antibiotik
Produk susu seperti susu, yogurt, dan keju dapat mengganggu pengobatan tertentu, termasuk antibiotik seperti tetrasiklin, doksisiklin, dan ciprofloxacin.
Antibiotik ini dapat mengikat kalsium dalam susu, membentuk zat yang tidak larut di perut dan usus kecil bagian atas yang tidak dapat diserap oleh tubuh.
Sehingga dengan demikian, hindarilah meminum obat bersamaan dengan susu.
Baca juga: Perbedaan Paracetamol vs Ibuprofen, Mana yang Sebaiknya Diminum Saat Demam?
2. Makanan acar yang diawetkan dengan MAIO
Kategori makanan ini mengandung tyramine, yang telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah yang berbahaya di antara pasien yang memakai monoamine oxidase inhibitors (MAIOs) dan obat-obatan tertentu untuk penyakit Parkinson.
3. Makanan Kaya Vitamin K dan Warfarin
Pasien yang mengonsumsi warfarin sebaiknya menghindari asupan vitamin K yang konsisten dan menghindari memasukkan kangkung, bayam, dan sayuran hijau lainnya ke dalam menu makanan mereka.
Vitamin K sangat penting untuk produksi faktor pembekuan yang membantu mencegah perdarahan, tetapi antikoagulan seperti warfarin mengerahkan efeknya dengan menghambat vitamin K.
Baca juga: Perbedaan Obat Pereda Nyeri Aspirin vs Ibuprofen Serta Efek Sampingnya
Oleh karena itu, peningkatan asupan nutrisi dapat melawan efek antikoagulan dan mencegah kerja obat.
4. Alkohol dan Stimulan Resep
Pasien harus selalu waspada dalam mencampurkan obat apa pun dengan alkohol, tetapi beberapa interaksi obat dipastikan memberikan efek lebih serius daripada yang lain.
Misalnya, menelan alkohol saat mengonsumsi obat perangsang yang diresepkan dapat menyebabkan pasien tidak sepenuhnya menyadari betapa mabuknya mereka.
Hal ini terutama terjadi jika stimulan disalahgunakan, tetapi juga dapat terjadi jika pasien menggunakan obat sesuai resep.
5. Grapefruit atau jus Grapefruit Juice dan Statin
Pasien harus menghindari makan grapefruit atau minum jus grapefruit saat mengonsumsi beberapa obat, khususnya statin.
Senyawa dalam jeruk bali yang disebut bahan kimia furanocoumarin menyebabkan peningkatan potensi pengobatan dengan berinteraksi dengan enzim di usus kecil dan hati.
Interaksi ini sebagian menonaktifkan sejumlah obat dalam keadaan normal. (*/Pharmacy Times)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/minum-obat_0203_20180302_162011.jpg)